Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat memberi arahan dalam acara Rakornas Pemerinrah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Intinya sih...

  • Presiden Prabowo menargetkan penambahan 2 unit perangkat interaktif di setiap sekolah untuk modernisasi proses belajar mengajar.

  • Pada 2029, seluruh ruang kelas di Indonesia diharapkan menjadi kelas digital untuk menghapuskan kesenjangan fasilitas pendidikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini sudah ada 282.120 sekolah yang menerima interactive flat panel atau papan tulis digital, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Hal itu disampaikan Prabow dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026).

"Capaian yang sangat membanggakan adalah 282.180 sekolah, termasuk di wilayah terluar, terpencil, dan tertinggi di pegunungan, telah menerima interactive flat panel," ujar Prabowo.

1. Targetkan penambahan unit

Presiden Prabowo Subianto (kedua dari kiri) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kesatu dari kanan) saat menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Tahun ini, Presiden menargetkan adanya penambahan unit perangkat interaktif di setiap sekolah agar proses belajar mengajar lebih modern dan merata di beberapa kelas sekaligus.

"Target saya tahun ini, setiap sekolah minimal mendapatkan tambahan dua unit lagi, sehingga tiap sekolah punya tiga hingga empat ruang kelas digital," kata dia.

2. Target 2029 seluruh ruang kelas di Indonesia jadi kelas digital

Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Prabowo ingin menghapuskan kesenjangan fasilitas pendidikan secara total. Dia menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, tidak ada lagi ruang kelas yang tertinggal teknologi di seluruh penjuru negeri.

"Pada akhir 2028 atau 2029, saya targetkan seluruh ruang kelas di Indonesia memiliki perangkat interaktif ini," kata dia.

3. Solusi atasi kekurangan guru spesialis di daerah terpencil

Presiden Prabowo Subianto saat memberi salam pada acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Senin (2/2/2026). IDN Times/Linna Suaanti. Kemensos RI, Robben Rico saat meninjau lahan sekolah rakyat di Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Menurut Prabowo, masalah klasik kurangnya guru spesialis seperti Matematika, Fisika, hingga Bahasa Inggris di pelosok bakal diatasi dengan teknologi. Melalui papan tulis digital ini, kata dia, para siswa di desa bisa belajar langsung dari guru terbaik di pusat secara real-time.

"Dengan sistem ini, kita bisa mengatasi kekurangan guru spesialis di daerah melalui pengajaran jarak jauh yang interaktif dari pusat," ucap Prabowo.

Editorial Team