Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang sudah menyita puluhan triliun rupiah dari hasil kejahatan. Prabowo mengaku tahu, Satgas PKH tidak disukai para koruptor dan bandit.
"Saya paham Satgas PKH bukan Satgas yang sekarang disukai. Banyak yang tidak suka sama kalian. Ya itu, bandit-bandit perampok itu gak suka sama kalian. Ya tinggal kamu, kamu takut sama mereka atau kamu bela rakyat? Tergantung kamu," ujar Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
"Tapi saya lihat prestasi kalian. Empat kali saya diundang atas nama rakyat, saudara menyetor. Padahal ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan. Perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo berpesan agar Satgas PKH tidak takut dalam menegakkan hukum. Sebab, Satgas PKH berjalan pada kebenaran.
"Jangan takut diancam, jangan takut dihina, jangan takut difitnah. Kita difitnah, kita dihina, kita diejek karena kita ditakuti. Kita ditakuti karena kita menegakkan kebenaran dan keadilan," kata dia.
Prabowo sudah empat kali menyaksikan penyerahan uang triliunan rupiah dari hasil sitaan Satgas PKH. Pertama, pada Senin (20/10/2025), Prabowo menyaksikan penyerahan uang Rp13 triliun hasil penyitaan kasus korupsi ekspor CPO dari tiga korporasi ke negara.
Kedua, pada Rabu (24/12/2025). Saat itu, uang yang disita sebesar Rp6.625.294.190.469,74. Ketiga, pada Jumat (10/4/2026) sebesar Rp11.420.104.815.858.
Keempat, Rabu (13/5/2026), Prabowo menyaksikan penyerahan uang hasil sitaan yang dilakukan Satgas PKH sebsar Rp10.270.051.886.464.
