Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung soal maraknya praktik korupsi di Tanah Air. Dalam pandangannya, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia tidak bisa dirasakan oleh seluruh rakyat karena praktik rasuah masih merajalela. Bahkan, kata Prabowo, kelompok koruptor kerap membuat serangan balik ketika upaya penegakan hukum dilakukan.
"Tiap kali kami mau berantas, tiap kali kami mau mendekatkan hukuman, kami mau menegakkan keadilan, kami mau menegakkan hukum, tiap kali itu pula kelompok koruptor, garong-garong ini menyerang balik. Mereka selalu ingin bikin kerusuhan dan mengadu domba di antara kita," ujar Prabowo di acara pengukuhan pengurus baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan para koruptor itu tidak menginginkan ada pemerintahan yang bersih di Tanah Air. Meski begitu, purnawirawan jenderal Kopassus itu telah disumpah untuk menegakan hukum dan undang-undang.
"Oleh karena itu, saya tidak akan ragu-ragu dan mundur setapak pun untuk memberantas korupsi dari bumi Indonesia!" tutur dia.
Prabowo pun memohon kepada MUI untuk bersatu dan melawan praktik korupsi itu. Hal itu demi kekayaan bangsa yang tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang.
"Sekali lagi saya menggugah, sekali saya memohon. Marilah kita bersatu. Kita harus menjaga republik ini dan kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari Bumi Indonesia," katanya.
Berdasarkan data dari Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nusron Wahid acara tersebut diikuti oleh 58.647 umat. Acara pengukuhan juga diisi dengan doa bersama bagi para korban banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra.
