Jakarta, IDN Times – Langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terhenti di tepian Kali Cakung. Sepatu boot yang ia kenakan menapak di jalur sempit bantaran sungai, menyusuri permukiman warga dengan gang-gang yang saling berhimpitan.
Pramono berjalan perlahan, menembus jalur sempit di antara rumah-rumah warga. Di beberapa titik, ia harus berhenti. Permukaan air Kali Cakung terlihat sudah nyaris menyentuh bagian atas jembatan. Aliran sungai tampak menyempit, tertahan oleh bangunan yang berdiri rapat di kiri dan kanan.
Pramono berdiri di atas jembatan kayu di atas Kali Cakung. Ia mengamati penyempitan yang membuat air sulit mengalir ke hilir. Dengan nada tegas, Pramono menoleh ke Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum.
“Ini harus dinormalisasi, berapa, Bu?” tanya Pramono di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2026).
