Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono Enggan Komentar soal 252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG
Agung Jakarta (KAJ) di Paroki Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2026)/ (IDN Times/ Dini Suciatiningrum)
  • Sebanyak 252 siswa di Jakarta Timur diduga keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis dari SPPG Cakung Pulogebang, dengan 26 siswa masih dirawat di rumah sakit.
  • Pemeriksaan sementara menunjukkan dugaan sumber keracunan berasal dari pangsit isi tahu yang rasanya masam, dan hasil laboratorium baru akan keluar pekan depan.
  • SPPG Jaktim yang menyalurkan makanan tersebut baru beroperasi sejak 31 Maret 2026 dan masih dalam proses melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sesuai aturan Badan Gizi Nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesGubernur DKI Jakarta Pramono Anung enggan menanggapi dugaan kasus keracunan dialami 252 siswa di Jakarta Timur usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jaktim Cakung Pulogebang 15, Jakarta Timur pada Jumat (8/5/2026).

Saat ditanya IDN Times usai menghadiri jalan santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman dalam rangka Peringatan Syukur 219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) di Paroki Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2026), orang nomor satu di Jakarta ini memilih tersenyum sambil berjalan meninggalkan lokasi tanpa mengucapkan satu kata pun.

1. Sebanyak 252 siswa diduga Keracunan MBG

Kepala Dinas DKI Jakarta Ani Ruspitawati di RS Duren Sawit, Selasa (10/3/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan 252 siswa di Jakarta Timur diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi MBG di SPPG Jaktim Cakung Pulogebang 15, Jakarta Timur pada Jumat (8/5/2026). Ani menjelaskan, dari 252 laporan orang tua siswa yang anaknya mengalami gejala usai mengonsumsi makanan tersebut, sebanyak 26 siswa masih dirawat.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa tercatat telah mengakses fasilitas layanan kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara itu, hingga hari ini tercatat ada 26 siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit," katanya saat dihubungi IDN Times.

2. Diduga dari pangsit

Sajian MBG yang dibuat SPPG Pulogebang, Jumat (5/3/2026)/ dok Istimewa

Ani mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara dugaan sumber makanan yang tidak layak dari pangsit tahu.

"Diduga dari pangsit isi tahu karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan," ucapnya.

3. SPPG belum punya SLHS

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamalanrea 14 di lingkungan Universitas Hasanuddin, Selasa (14/4/2026). (Dok. Unhas)

Ani menambahkan, SPPG tersebut mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026. Berdasarkan ketentuan Kepala BGN, pihak pengelola diberikan waktu tiga bulan untuk melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Dari catatan kami, SPPG ini mulai operasional 31 Maret 2026, dan sesuai peraturan Ka BGN mereka diberikan waktu tiga bulan untuk memiliki SLHS,” ujarnya.

Ia menyebut, inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) sudah dilakukan dan saat ini pihak SPPG masih dalam proses perbaikan serta pelatihan bagi penjamah makanan.

Editorial Team