Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung cek pengerukan Kali Sepak Kembangan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung cek pengerukan Kali Sepak Kembangan. (Dok. Pemprov DKI)

Intinya sih...

  • BMKG prediksi cuaca ekstrem besok

  • Pengerukan dilakukan untuk tampung air

  • Pemprov akan lakukan OMC

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyiagakan 200 ekskavator di lima wilayah administratif Jakarta sebagai upaya preventif menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Ada 200 ekskavator di lima wilayah, di sini saja, tadi ada tiga. Dan mudah-mudahan apa, tindakan preventif yang kami lakukan tetap bisa mengurangi dampak dari banjir di Jakarta," ujar Pramono di Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).

1. BMKG prediksi cuaca ekstrem besok

Ilustrasi Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono memastikan penanganan banjir di Jakarta sudah berjalan baik. Meski demikian, Pramono meminta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk bersiaga.

"Dari data BMKG ada kemungkinan besok. Besok itu juga, curah hujannya tinggi. Sehingga dengan demikian kami tetap melakukan penggalian kali," kata Pramono.

2. Pengerukan dilakukan untuk tampung air

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung cek pengerukan Kali Sepak Kembangan. (Dok. Pemprov DKI)

Pramono mengatakan pengerukan ini bertujuan menjaga kelancaran aliran air. Apalagi, Kali Sepak begitu sentral karena merupakan salah satu muara penting yang terhubung lintas wilayah, termasuk ke Cengkareng Drain.

"Pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung air serta mengatasi pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah," ujar Pramono.

3. Pemprov akan lakukan OMC

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI)

Selain pengerukan, Pramono juga sudah memerintahkan BPBD DKI untuk melakukan modifikasi cuaca untuk menekan dampak cuaca ekstrem.

"Besok saya juga sudah memerintahkan sekali lagi untuk dilakukan modifikasi cuaca supaya," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta pada periode 26 Januari hingga 1 Februari 2026.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Waspada cuaca ekstrem Provinsi DKI Jakarta. Periode 26 Januari – 01 Februari 2026. Hujan dengan intensitas ringan – lebat di wilayah DKI Jakarta," tulis BPBD DKI Jakarta dikutip laman Instagram, Senin (26/1/2026).

Editorial Team