Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno meminta agar rehabilitasi dan rekonstruksi bagi korban banjir di Pulau Sumatra dikebut. Berdasarkan data dari dashboard Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), masih ada 32.553 warga yang masih tinggal di tenda pengungsi. Oleh sebab itu dibutuhkan solusi konkret untuk membangun korban banjir dan tanah longsor.
"Kita memanfaatkan kesempatan untuk me-review secara cepat permasalahan-permasalahan apa saja yang dihadapi dan mencari solusinya seperti apa," ujar Pratikno di rapat Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Pulau Sumatra pada Senin (23/2/2026) di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.
Ia menginstruksikan agar seluruh pemangku kepentingan harus bergerak secara terkoordinasi dengan basis data yang valid dan administrasi yang tertib agar tidak menimbulkan permasalahan.
"Kita semua harus bergerak cepat, tepat sasaran, akuntabel dan tidak menimbulkan masalah hukum maupun sosial di kemudian hari. Maka, masalah pendataan yang valid dan konsisten sangat dibutuhkan," ujar pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara itu.
Di dalam rapat itu, diputuskan bahwa percepatan pembangunan hunian menjadi salah satu prioritas utama, terutama menjelang hari raya Idul Fitri agar masyarakat segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.
"Percepatan hunian dipercepat dan dapat dihuni sebelum Lebaran," katanya.
