Comscore Tracker

Saksi Berkacamata Hitam di Sidang MK Ternyata Terdakwa Kasus Pilkada

Dia tahanan kota yang palsukan izin untuk datang ke Jakarta

Batubara, IDN Times - Seorang saksi yang dihadirkan dari pihak pemohon Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dalam sidang penyelesaian sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi pada Rabu (19/6) malam menjadi sorotan. Saksi bernama Rahmadsyah Sitompul itu tampil nyentrik dengan mengenakan kacamata hitam meski tengah berada di dalam ruang sidang.

Gaya nyentrik Rahmadsyah ini bahkan sampai kena tegur oleh Majelis Hakim Konstitusi Saldi Isra. "Malam-malam begini masih pakai kaca mata hitam, ini kan luar biasa juga ini," kata Saldi.

Rahmadsyah juga sempat ditegur Majelis Hakim lain terkait kacamatanya.

"Itu kacamata saudara kacamata ukuran (minus) atau kacamata hiasan?" tanya Majelis Hakim.

Namun, siapakah Rahmadsyah yang sempat disinggung Majelis Hakim, karena penampilannya yang nyentrik mengenakan kacamata hitam di persidangan?

Informasi yang dihimpun IDN Times, dia adalah Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang saat ini sedang menjalani proses persidangan di Batubara.

1. Rahmadsyah merupakan tahanan kota dalam kasus ITE

Saksi Berkacamata Hitam di Sidang MK Ternyata Terdakwa Kasus PilkadaDok. YouTube IDN Times/Mahkamah Konstitusi

Dari penelusuran yang dilakukan, Rahmadsyah Sitompul merupakan terdakwa kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Postingan Facebook terkait Pilkada Batubara 2018 menjeratnya ke pusaran hukum.

Kala itu dia membuat postingan yang dianggap menimbulkan kegaduhan. Apalagi postingannya juga dianggap menyerang salah satu paslon kepada daerah di Batubara. Dia kini berstatus tahanan kota.

2. Jaksa terkejut Rahmadsyah hadir di MK

Saksi Berkacamata Hitam di Sidang MK Ternyata Terdakwa Kasus PilkadaANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Hadirnya Rahmadsyah membuat Pihak Kejaksaan Negeri Batubara (Kejari) Batubara terkejut. Sebab, Rahmadsyah yang berstatus tahanan kota tidak pernah meminta izin untuk hadir dalam persidangan MK sebagai saksi.

Apalagi, pada 18 Mei 2019, Rahmad harus menjalani persidangan. Namun dia hanya memberikan surat kepada majelis hakim bahwa dia tidak bisa hadir.

“Simpelnya dia gak ada izin kepada majelis hakim,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Batubara Edy Syahjuri Tarigan, Kamis (20/6).

3. Izin ke Jakarta dengan dalih mengantarkan orangtuanya berobat

Saksi Berkacamata Hitam di Sidang MK Ternyata Terdakwa Kasus PilkadaANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Terungkap fakta baru bahwa izin Rahmadsyah ke Jakarta bukan untuk menjadi saksi di sidang MK. Melainkan untuk mengantarkan orangtuanya yang sedang sakit untuk berobat.

“Otomatis sidang dia gak jadi. Kita tunda sampai pekan berikutnya. Selasa ini lah yah,” ujar Edy.

Baca Juga: BPN Hadirkan Saksi dari Relawan Tanpa Nama di Mahkamah Konstitusi

4. Seharusnya Rahmadsyah izin ke majelis

Saksi Berkacamata Hitam di Sidang MK Ternyata Terdakwa Kasus PilkadaANTARA FOTO/Galih Pradipta

Semestinya, jika sesuai prosedur, Rahmadsyah harus meminta izin ke majelis hakim yang menangani kasusnya. Namun isi surat dengan apa yang dilakukannya jauh berbeda.

“Karena ini tahanan majelis. Bukan tahanan kejaksaan lagi. Karena ini kan sudah kita limpahkan ke kejaksaan. Mestinya tadi dia minta izin dulu kalau dia akan bersaksi di MK. Itu gak dilakukannya. Kami aja terkejut. Tiba-tiba kami lihat dia di MK,” ungkapnya.

5. Status tahanan kota terancam berganti karena pelanggaran Rahmadsyah

Saksi Berkacamata Hitam di Sidang MK Ternyata Terdakwa Kasus PilkadaANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Apa yang dilakukan Rahmadsyah masuk dalam kategori pelanggaran, karena dia menyalahgunakan izin yang diberikan.

Pihak kejaksaan masih menunggu penilaian hakim, apakah status tahanan kota Rahmadsyah dicabut atau tidak.

“Kalau dia nanti sidang datang hakim yang menilai. Apa keluar penetapan untuk penahanan dia. Hasil penetapan penahanan itu kita yang dieksekusi,” ujar Edy.

Baca Juga: Tim Hukum BPN Minta Perlindungan Saksi, Begini Sindiran dari Yusril

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You