Jakarta, IDN Times - Melalui status media sosialnya, Bagja (29) meluapkan kemarahannya karena ada sejumlah orang yang memberikan stigma buruk atas penampilannya. Pria berjanggut yang kerap mengenakan celana semata kaki ini dicap buruk setelah ada rangkaian aksi teror di Indonesia.
"Gue bikin status begitu supaya orang-orang yang mem-bully penampilan gue bisa belajar bahwa kami gak bisa digenalisir," ujar Bagja kepada IDN Times, Jumat (2/4/2021).
"Kalau pun penampilan teroris sama kaya kami, tapi akidahnya berbeda. Selama ini gue kerja ke Mabes dan ke Polda baik-baik saja, kenapa ada teroris ini jadi dituduh," tambah pria yang berprofesi sebagai wartawan itu.