Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PAN, Selasa (31/8/2021). (dok. PAN)
MARA yang merupakan salah satu organisasi gerakan reformasi pada zaman orba, bersama PPSK Yogyakarta, tokoh-tokoh Muhamadiyah, dan Kelompok Tebet kemudian membentuk PAN. Partai ini awalnya dinamakan Partai Amanat Bangsa (PAB) yang kemudian bertranformasi menjadi PAN pada 5-6 Agustus 1998 di Bogor.
PAN didirikan 50 tokoh nasional, beberapa di antaranya Amien Rais, Faisal Basri, Hatta Rajasa, Goenawan Mohammad, Rizal Ramli, Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Toety Heraty, Emil Salim, A.M. Fatwa, Zoemrotin, dan Alvin Lie Ling Piao.
Kemudian, PAN dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 di Istora Senayan dan disahkan berdasarkan pengesahan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. M-20.UM.06.08 tanggal 27 Agustus 2003.
PAN mengusung semangat Indonesia baru dengan azas “Ahlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam” dan menjunjung tinggi Pancasila. Karena itu, partai ini terbuka, meski sebagian orang menganggapnya partai kelompok Muhammadiyah karena sosok Amien Rais pada saat itu merupakan Ketua Umum Muhammadiyah.
Sejak awal berdiri, PAN dipimpin Amien Rais hingga 2005. Kemudian, dilanjutkan seorang pengusaha, Soetrisno Bachir, yang menjabat selama April 2005 hingga Januari 2010. Setelahnya, dipimpin Hatta Rajasa hingga Maret 2015 dan diestafetkan ke Menteri Dagang (Mendag) Zulkifli Hasan sampai sekarang.