Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto bersikukuh tetap melanjutkan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah kenaikan harga minyak dunia sebagai dampak dari perang di Timur Tengah. Menurut Prabowo, lebih baik program MBG dilanjutkan ketimbang dana anggaran besar tersebut dikorupsi.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," ujar Prabowo ketika melakukan diskusi meja bundar dengan jurnalis dan pakar dalam program 'Prabowo Menjawab' di Hambalang, Bogor dan dikutip pada Minggu (22/3/2026).
Ia beralasan keputusan untuk tetap melanjutkan program MBG dan tak memotong anggarannya dipicu temuan kondisi anak di lapangan yang stunting. Prabowo mengaku pernah berjumpa dengan anak berusia 11 tahun tetapi tinggi badannya seperti anak usia 4 tahun.
"Saya hakul yakin berada di jalan yang benar (dengan melanjutkan program MBG)! Uang kita ada," tutur dia tegas.
Keputusan Prabowo yang tetap melanjutkan program MBG di tengah krisis serangan Israel dan AS ke Iran dikritik oleh publik. Serangan militer ke Iran yang belum terhenti menyebabkan harga minyak dunia melambung.
Alhasil subsidi energi jumlahnya membengkak. Belum lagi pemerintah membeli minyak mentah dengan kurs mata uang Dollar AS. Nilai rupiah saat ini sudah menembus angka lebih dari Rp16 ribu per dollar AS.
