Forum Purnawirawan TNI desak Wapres RI Gibran Rakabuming Raka dimakzulkan (IDN Times/Amir Faisol)
Di sisi lain, Forum Purnawirawan TNI mengancam akan menduduki Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bila desakan pemakzulan terhadap Wapres RI Gibran Rakabuming Raka tidak digubris. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (purn) Slamet Soebijanto pun meminta masyarakat sipil yang tergabung dalam forum tersebut untuk menyiapkan kekuatan.
“Kalau sudah kita dekati dengan cara yang sopan, tapi diabaikan, enggak ada langkah lagi selain ambil secara paksa. Oleh karena itu, saya minta siapkan kekuatan,” kata dia dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (2/7).
Dalam jumpa pers itu hadir sejumlah Purnawirawan TNI, di antaranya Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (purn) Fachrul Razi, Eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (purn) Hanafie Ansan, Mantan Komdang Jenderal (Danjen) Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen (purn) Soenarko. Selain itu, hadir juga sejumlah tokoh publik seperti Erros Djarot, pakar hukum tata negara Refly Harun dan Said Didu.
Forum Purnawirawan TNI merasa kecewa karena surat yang dikirim ke DPR terkait usulan pemakzulan terhadap Gibran tak direspons dengan baik. Ia pun menilai, DPR RI tidak sopan memperlakukan Purnawirawan TNI.
Karena itu, dia tidak ingin desakan ini menguap begitu saja di parlemen. Ia ingin desakan ini dapat diselesaikan secara jantan.
“Surat-surat yang sudah kita sampaikan, kita kasih sopan, tapi mereka kelihatannya enggak sopan, enggak dijawab,” kata Eks Gubernur Lemhannas tersebut.
Sementara itu, Fachrul Razi mendesak DPR RI agar tidak mengulur-ulur desakan pemakzulan Gibran. Ia meminta DPR segera mengambil tidankan serius atas desakan yang mereka layangkan.
Menurut dia, pemakzulan Gibran merupakan hal yang sangat mendesak untuk segera I lakukan. Ia meyakini, syarat memakzulkan Gibran telah terpenuhi sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 7A.
“Apakah sudah memenuhi syarat untuk sesuai dengan Undang-Undang Dasar Pasal 7A? Sudah sangat memenuhi syarat,” kata Mantan Menag RI itu.