Bogor, IDN Times - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, suasana di ruko Tanah Sareal, Kota Bogor, tampak lebih ramai dari biasanya, Sabtu, 21 Februari 2026. Ratusan guru ngaji hingga peserta pengajian terlihat mengantre dengan tertib untuk menerima paket bantuan pangan.
Bukan sekadar berbagi bantuan biasa, aksi ini sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang selama ini mendedikasikan diri untuk mengajar Al-Qur'an di pelosok.
Sebanyak 1.150 paket sembako disiapkan untuk para pejuang agama itu. Targetnya spesifik, yakni mereka yang berada di baris terdepan dalam syiar Islam namun jarang tersorot.
"Tahun ini kami menyalurkan total 1.150 paket sembako. Jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya, mencakup para pengajar Al-Qur’an, marbot masjid, pesantren, hingga warga di sekitar," ujar Ketua Divisi Baksos AMC Yayasan Al Ghozy, Okty Fitria.
Ramadan, Guru Ngaji di Bogor Dapat Paket Sembako

Intinya sih...
Skema paket bundling dan penggunaan dua warna tote bagKPPG BGN Bogor menerapkan sistem Paket Bundling dan Take-Away selama libur sekolah dan Lebaran. Penerima manfaat wajib membawa kembali kantong yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat mendapatkan paket berikutnya.
Standar menu Ramadan, bebas menu pedas dan cepat basiBGN menginstruksikan SPPG untuk menyajikan menu yang aman secara ketahanan pangan. Rekomendasi menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, serta kurma.
Operasional 100 SPPG untuk 250 Ribu penerima di Kota BogorHingga saat ini, sudah ada 100 SPPG yang telah
1. Isi paket sembako komplet senilai Rp260 ribu
Okty menyampaikan, setiap penerima manfaat mendapatkan paket senilai Rp260 ribu yang berisi 13 jenis bahan pokok. Isinya mencakup kebutuhan dasar dapur mulai dari beras, minyak goreng, hingga bahan penunjang lainnya untuk persiapan sahur dan buka puasa.
Langkah ini diambil untuk memastikan para guru ngaji bisa fokus menjalankan ibadah, dan mengajar selama bulan suci Ramadan tanpa harus pusing memikirkan kebutuhan dapur.
2. Bagi-bagi sembako untuk guru ngaji rutin digelar setiap Ramadan
Aksi sosial ini ternyata bukan gerakan musiman. Kegiatan bakti sosial ini sudah menjadi agenda rutin yang berjalan selama tujuh tahun sejak 2020.
Ketua Yayasan Al-Ghozy Muslimah Center (AMC), Ririe Rizal, mengatakan keberhasilan kegiatan sosial ini adalah hasil kolaborasi antara donatur internal dan eksternal. Ia berharap ke depan fasilitas seperti musala di tanah wakaf Jalan Pinus, Kampung Jawa, bisa semakin optimal memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
3. Menjadi suplemen semangat bagi para pengajar di kampung
Bagi para penerima, bantuan ini lebih dari sekadar materi, melainkan bentuk pengakuan atas profesi mereka. Nuraeni, salah satu pengajar Al-Qur'an di perkampungan, mengaku merasa sangat diperhatikan melalui program ini. Hal senada juga diungkapkan Dendy Ahmad Dani yang datang mewakili istrinya.
"Saya datang mewakili istri saya, dulu saya ngajar mengaji juga. Istri saya yang diundang dapat bansos ini, tapi sedang sakit. Ya kami bersyukur, di bulan Ramadan ini ada perhatian," ungkap Dendy.