Jakarta, IDN Times - Pakar hukum tata negara, Refly Harun mewanti-wanti bila tujuan Anies Baswedan membentuk partai politik agar bisa maju menjadi capres pada Pemilu 2029, maka parpol tersebut diproyeksi bakal gagal. Sebab, tidak ada pembeda antara partai yang didirikan oleh Anies dengan belasan partai yang sudah ada.
Bahkan, Refly lantang menyebut belasan partai yang kini lebih dulu hadir sudah gagal karena tidak menjalankan amanat reformasi.
"Partai yang gagal itu adalah partai yang hari ini ada. Itu gagal semua. Mereka gagal mengemban amanat reformasi, salah satunya pemberantasan KKN (Kolusi, Korupsi, Nepotisme). Justru partai yang ada sekarang terlibat atau ikut mempelopori adanya KKN itu," ujar Refly dalam diskusi, dikutip dari YouTube, Senin (16/9/2024).
Di sisi lain, Refly juga menyoroti partai-partai yang ada saat ini gagal menghadirkan demokrasi di internal partainya. Meskipun, ia menyadari ketokohan Anies Baswedan tetap dibutuhkan.
"Tapi, tentu tidak boleh menjadi jalan satu-satunya. Seolah-olah pada Pemilu 2029 hanya Anies yang boleh menjadi calon presiden sehingga kita melihat nanti bagaimana suasana pada 2029. Mudah-mudahan ini didengarkan oleh Anies Baswedan," tutur dia.