Jakarta, IDN Times - Indonesia resmi membangun pusat riset rumput laut dunia yang diberi nama International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) di kawasan Teluk Ekas, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat riset kelautan sekaligus mendorong transformasi ekonomi di wilayah pesisir.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie, mengatakan, penguatan riset rumput laut harus segera dimulai agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pusat inovasi global.
"Fokus besar kami beberapa bulan terakhir adalah menjadikan Indonesia pusat rumput laut dunia, dan itu harus dimulai sekarang. Karena itu, kita membangun pusat riset bertaraf internasional dengan standar dan jejaring yang memang global," kata Stella dikutip dari ANTARA, Minggu (15/02/2026).
Pemilihan Teluk Ekas sebagai lokasi pusat riset bukan tanpa alasan. Kawasan ini telah lama menjadi ruang hidup masyarakat pesisir, baik untuk aktivitas budidaya maupun perikanan tangkap. Dengan hadirnya ITSRC, diharapkan hasil tangkapan dan kualitas budidaya dapat meningkat melalui penggunaan bibit rumput laut unggul yang dikembangkan berbasis riset.
