Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inin Nastain IDN Times/ Guru honorer Indramayu
Inin Nastain IDN Times/ Guru honorer Indramayu

Intinya sih...

  • Ketimpangan kebijakan negara. Pengangkatan SPPG berjalan cepat dan terkoordinasi, sementara guru harus menjalani proses panjang untuk status PPPK

  • Guru dinilai belum mendapatkan prioritas yang pantas. PGRI berharap pemerintah mempercepat pengangkatan guru honorer menjadi PPPK.

  • BGN akan mengangkat 32.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Rekrutmen dilakukan dalam dua gelombang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengurus Besar Kesatuan Guru Indonesia menilai, tenaga guru belum mendapatkan prioritas yang pantas dalam kebijakan negara meskipun memiliki peran penting dalam pendidikan generasi masa depan.

Hal ini seiring kebijakan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan mengangkat ribuan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"PGRI menyerukan agar pemerintah melihat nasib guru honorer secara serius dan memberikan solusi yang adil serta terpadu demi masa depan pendidikan yang lebih baik," ucap Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, dalam akun media sosial Instagram @pbpgri_official, Minggu (25/1/2025).

1. Ketimpangan kebijakan negara

Inin Nastain IDN Times/ aksi guru honorer di Indramayu

Unifah menilai, pengangkatan para pegawai SPPG berjalan relatif cepat dan terkoordinasi karena program tersebut merupakan prioritas nasional yang dikelola oleh satu badan khusus, yakni Badan Gizi Nasional (BGN).

"Ini ketimpangan kebijakan negara di mana guru sebagai tenaga pendidik, justru harus menjalani proses panjang dan berliku untuk dapat status PPPK, meskipun banyak di antara mereka telah mengabdi selama bertahun-tahun," katanya.

2. Tenaga guru belum jadi prioritas

Aksi demonstrasi guru honorer di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Unifah menyatakan, kondisi ini memperlihatkan bahwa tenaga guru belum mendapatkan prioritas yang pantas dalam kebijakan negara, meskipun memiliki peran penting dalam pendidikan generasi masa depan.

"PGRI berharap agar pemerintah mempercepat dan menyederhanakan proses pengangkatan guru honorer menjadi PPPK, memberikan kesempatan yang setara dengan pegawai program prioritas lain," ucapnya.

3. BGN akan angkat ribuan SPPG

Ilustrasi pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Muhammad Mada)

Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengangkat 32.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai 1 Februari 2026. Rekrutmen akan dilanjutkan hingga tahap empat.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, rekrutmen PPPK dibagi dalam dua gelombang. Sebanyak 2.080 pegawai diangkat menjadi PPPK pada gelombang pertama terhitung pada 1 Juli 2025.

Hal tersebut disampaikan Dadan Hindayana saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Sementara itu, pada tahap kedua, BGN telah melakukan seleksi terhadap 32.000 PPPK, dengan 31.250 khusus untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 750 formasi untuk akuntan, dan 375 lainnya dialokasikan untuk ahli gizi.

"Mereka sudah melakukan pendaftaran dan tes dengan komputerisasi tes dan mereka sekarang dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan nomor induk PPPK, diperkirakan mereka akan jadi PPPK mulai pada 1 Februari 2026," kata dia.

Editorial Team