Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RSUD Kota Bekasi.
RSUD Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Intinya sih...

  • Utang RSUD Bekasi mencapai Rp70 miliar

  • Pekerja RSUD khawatir gaji dipotong, harap solusi dari Pemkot Bekasi

  • RSUD pastikan pelayanan terbaik meski sedang berupaya menyelesaikan utang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi memiliki utang mencapai Rp70 miliar. Hal itu membuat sejumlah pasien khawatir akan berdampak pada pengurangan pelayanan rumah sakit.

Salah satu keluarga pasien, Fahmi Utomo (32) mengatakan, mengetahui RSUD Kota Bekasi memiliki utang Rp70 miliar dari tayangan di televisi.

"Sempat mendengar berita di TV bahwa RSUD punya utang sampai Rp70 miliar. Takutnya kan berdampak ke pelayanan, apalagi ini milik pemerintah," kata Fahmi, Rabu (14/1/2026).

1. Dapat informasi gaji pekerja RSUD dipotong

RSUD Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Fahmi yang tinggal di wilayah Kecamatan Bekasi Utara itu juga menyampaikan, mendapat informasi bahwa sejumlah pekerja di RSUD Kota Bekasi mendapatkan imbasnya akibat utang Rp70 miliar.

Menurutnya, hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja tenaga medis dalam menangani pasien.

"Informasinya kan ada pemotongan (gaji) juga dari karyawan. Khawatirnya pelayanan tidak maksimal yang diberikan oleh perawat atau dokter kepada pasien karena adanya pemotongan itu," kata dia.

2. Berharap ada solusi

Ilustrasi rumah sakit. IDN Times/Galih Persiana

Fahmi berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi turun tangan dalam menyelesaikan masalah ini agar pelayanan terhadap pasien tidak terganggu.

"Harapannya ke depan RSUD bisa berikan solusi, jangan ada lagi utang dan pemotongan (gaji) karyawan. Jangan sampai pelayanan terganggu karena mereka yang langsung ketemu pasien," harapnya.

3. RSUD pastikan memberikan pelayanan terbaik

Ilustrasi rumah sakit. IDN Times/Dokumentasi RSUDAM

Sementara, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Bekasi, Yuli Swastiawati, memastikan pelayanan terhadap pasien akan tetap normal.

"Kami menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan medis terbaik dan terus meningkatkan kualitas kesehatan bagi seluruh warga Kota Bekasi," kata Yuli dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Saat ini, lanjut Yuli, pihaknya sedang berupaya menyelesaikan utang senilai Rp70 miliar yang telah ada pada tahun sebelumnya.

"Saat ini, nilai tersebut sedang dalam proses penyelesaian sesuai dengan mekanisme pengelolaan keuangan yang berlaku," jelas dia.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi memiliki utang mencapai Rp70 miliar. Dia juga menyampaikan saat ini utang tersebut tengah ditangani manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bekasi.

“Jadi ini harusnya dalam konstelasi relaksasi bahwa hari ini RSUD ada terkait dengan jumlah tanggungan yang harus ditanggung oleh BLUD, bahwa pada kurang lebih sekira Rp70 miliar, yang memang harus kami selesaikan terkait dengan proses operasional RSUD yang ada,” kata Tri, dikutip Jumat (9/1/2026).

Editorial Team