Comscore Tracker

Cegah Penyebaran COVID-19, 258 Napi Nusakambangan Dilepas

Napi teroris, narkoba, pelanggaran HAM berat tidak termasuk

Cilacap, IDN Times – Untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19, sebanyak 258 narapidana yang menghuni lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah dikeluarkan. Mereka dikeluarkan melalui proses asimilasi dan integrasi. 

Napi yang dikeluarkan dan dibebaskan hanya yang memenuhi syarat sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI nomor 10 tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

1. Napi narkoba, teroris, kejahatan HAM berat, dan korupsi tidak diperbolehkan dapat asimilasi dan integrasi

Cegah Penyebaran COVID-19, 258 Napi Nusakambangan Dilepas(Napi yang dilepas melalui asimilasi dan integrasi disambut keluarganya saat keluar Lapas Purbalingga, Selasa (7/4)) IDN Times/Rudal Afgani

Koordinator Lapas se-Nusakambangan yang juga Kepala Lapas Batu, Nusakambangan, Erwedi Supriyatno mengatakan, napi tidak dibebaskan namun dikeluarkan untuk asimilasi di rumah. Hal ini sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 melalui physical distancing.

“Mereka masih punya kewajiban setiap minggu melapor baik via video call maupun telepon. Mereka tidak boleh ke mana-mana selain ke rumah masing-masing,” kata Erwedi melalui pesan singkat, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan tidak semua napi dibebaskan. Napi narkoba, teroris, kejahatan HAM berat, dan korupsi tidak termasuk napi yang dikeluarkan untuk menjalani proses asimilasi dan integrasi.

Baca Juga: Menkopolhukam: Pemerintah Tak Berencana Beri Remisi ke Napi Koruptor

2. Hingga 6 April 2020, sudah 258 napi yang dilepas

Cegah Penyebaran COVID-19, 258 Napi Nusakambangan DilepasLapas Kelas II A Pasir Putih di Nusa Kambangan. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Berdasarkan data Balai Pemasyarakatan Kelas II Nusakambangan, pelepasan warga binaan yang menjalani proses asimilasi di rumah dilakukan secara bertahap. Dari sembilan lapas di Nusakambangan, hingga 6 April sudah ada 258 yang dilepas.

Jumlah total itu merupakan akumulasi dari proses asimilasi yang dimulai pada 1 April 2020. Hari pertama ada 60 orang. Pada 2 April sebanyak 36 orang, pada 3 April ada 85 orang, 4 April ada 52 orang dan 6 April ada 25 orang.

“Diberikan batas waktu sampai tanggal 7 April 2020,” kata dia.

3. Pelepasan napi harus memenuhi syarat

Cegah Penyebaran COVID-19, 258 Napi Nusakambangan DilepasANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Sementara sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 pada Pasal 2 Ayat 2 diatur syarat narapidana yang dapat menjalani asimilasi. Syarat itu antara lain berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, aktif mengikuti program pembinaan dengan baik, dan telah menjalani setengah masa pidana.

Sedangkan pada Pasal 3 Ayat 2, peserta binaan anak bisa menerima Asimilasi harus memenuhi beberapa syarat yang antara lain berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Syarart lainnya aktif mengikuti program pembinaan dengan baik dan telah menjalani masa pidana paling singkat tiga bulan.

Baca Juga: Jokowi: Pembebasan Napi Hanya untuk Napi Pidana Umum, Bukan Koruptor

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya