Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sahroni Minta Polri Berani Pecat Anggota Nekat Jadi Beking Koruptor
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni ungkap alasan Presiden Prabowo pertahankan Listyo sebagai Kapolri. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Ahmad Sahroni mendesak Polri memecat tidak hormat anggota yang membekingi koruptor, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menjaga profesionalitas aparat.
  • Presiden Prabowo menegaskan TNI dan Polri dilarang menjadi pelindung koruptor serta meminta kepala daerah bekerja bersih tanpa penyalahgunaan wewenang.
  • Prabowo menyebut pemerintah pusat memakai teknologi canggih untuk memantau kinerja daerah dan mendeteksi praktik korupsi hingga penyembunyian harta bawah tanah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
20 Mei 2026

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan KEM dan PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna ke-19 DPR RI. Dalam pidatonya, ia mengingatkan TNI dan Polri agar tidak menjadi beking koruptor serta menegaskan akan memantau kinerja pemerintah daerah menggunakan teknologi canggih.

21 Mei 2026

Ahmad Sahroni menanggapi pernyataan Presiden Prabowo dengan meminta Polri memecat secara tidak hormat anggota yang membekingi koruptor. Ia menegaskan dukungan Komisi III DPR terhadap ketegasan pemerintah dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ahmad Sahroni meminta Polri memecat secara tidak hormat anggota yang nekat menjadi beking koruptor, menegaskan dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga profesionalisme aparat penegak hukum.
  • Who?
    Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi tokoh utama dalam pernyataan terkait penindakan tegas terhadap oknum aparat.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di kompleks DPR RI, Jakarta, dalam konteks rapat paripurna ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025–2026.
  • When?
    Pernyataan Ahmad Sahroni disampaikan pada Kamis, 21 Mei 2026, sehari setelah Presiden Prabowo memberikan imbauan pada Rabu, 20 Mei 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dimaksudkan untuk memastikan Polri dan TNI tidak melindungi pelaku korupsi serta menunjukkan komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum tanpa pandang bulu.
  • How?
    Sahroni mendorong penerapan PTDH dan proses pidana bagi oknum aparat, sementara Presiden Prabowo menekankan pengawasan ketat melalui teknologi canggih untuk mendeteksi praktik korupsi di berbagai tingkatan pemerintahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo bilang polisi dan tentara jangan bantu orang yang korupsi. Katanya, kalau ada yang begitu harus dihukum. Pak Sahroni juga setuju dan minta polisi nakal dipecat. Sekarang pemerintah mau pakai alat canggih buat lihat siapa yang sembunyiin uang. Mereka mau semua kerja jujur dan gak curang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Ahmad Sahroni dan Presiden Prabowo dalam artikel ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memperkuat integritas aparat penegak hukum. Ketegasan terhadap oknum yang melindungi koruptor, disertai penggunaan teknologi canggih untuk memantau penyimpangan, mencerminkan upaya serius membangun sistem pemerintahan yang transparan, profesional, dan bebas dari perlindungan terhadap kejahatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta oknum anggota Polri yang membekingi koruptor dipecat secara tidak hormat dari institusi kepolisian. Menurut dia, perintah Presiden Prabowo Subianto sudah jelas agar polri tetap bekerja secara profesional.

Sahroni mengatakan, Komisi III mendukung penuh ketegasan Presiden Prabowo untuk menindak seluruh oknum aparat yang masih coba-coba menjadi beking tindak kejahatan.

"Maka dengan ini jangan ragu lakukan PTDH dan proses pidana terhadap setiap oknum yang masih nekat jadi beking,” ujar Sahroni kepada jurnalis, Kamis (21/5/2026).

1. Penegakan hukum era Prabowo tak pandang bulu

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni ungkap alasan Presiden Prabowo pertahankan Listyo sebagai Kapolri. (IDN Times/Amir Faisol).

Menurut Sahroni, langkah tegas pemerintah menjadi bukti bahwa penegakan hukum pada era kepemimpinan Prabowo dilakukan tanpa pandang bulu. Dia mengatakan, siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kewenangan atau merugikan rakyat akan ditindak tegas.

"Karena di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, tidak peduli seberapa tinggi pangkat, seberapa besar pengaruhnya, kalau masih main-main merugikan masyarakat, pasti disikat habis. Tidak ada pandang bulu,” kata Bendahara NasDem itu.

2. Prabowo perintahkan TNI-Polri jangan jadi beking koruptor

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada TNI dan Polri untuk tidak menjadi beking para koruptor. Prabowo mengatakan, para koruptor bisa kabur karena biasanya dibeking oleh TNI dan Polri.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026 DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Biasanya mereka itu ada beking, bekingnya biasanya seragamnya kalau gak ijo, ya, coklat, betul?" ujar dia.

Prabowo pun mengingatkan kepala daerah untuk bekerja dengan baik dan tidak korupsi.

"Untuk itu saya mengimbau pemimpin-pemimpin pemerintah daerah, tiap tingkatan juga untuk bantu kita semua, mari sama sama kita bersihkan aparat semuanya, jangan kira sekarang engkau jadi bupati, engkau jadi gubernur, kita tidak bisa monitor dari sini," kata dia.

3. Prabowo akan pantau kinerja pemda lewat teknologi canggih

Presiden Prabowo Subianto dalam acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan dari Satgas PKH kepada negara di Kejagung, Rabu (13/5/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Prabowo mengatakan, pemerintah pusat memiliki teknologi yang canggih untuk memonitor kinerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, jangan mencoba korupsi.

"Sekarang teknologi sudah hebat, cepet kita tahu kalau ada penyimpangan. Saya sedih kalau ada pejabat masih coba korupsi, cepat ketahuan. Sekarang ada teknologi, ada radar bisa kita pakai, kita bisa lihat bawah tanah. Jadi saudara yang punya bunker-bunker disembunyikan nanti kita ketemu juga kekayaanmu," ujar dia.

Menurut Prabowo, teknologi tersebut bisa mencari bunker tempat menyimpan harta para koruptor. Radar itu, kata dia, bisa digunakan untuk berbagai hal.

"Saya akan gunakan teknologi yang paling canggih, teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah, radar sekarang bisa mencari ranjau, bisa mencari, kita akan pakai untuk mencari bunker-bunker di sekitar kau," kata Prabowo.

Editorial Team