Jakarta, IDN Times — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan longsoran sampah di TPST Bantar Gebang sempat memicu penumpukan sampah di sejumlah titik di Jakarta. Salah satu yang terdampak cukup besar adalah Pasar Induk Kramat Jati dengan volume mencapai sekitar 6.970 ton atau setara 410 truk tronton.
Pramono mengatakan penanganan penumpukan sampah butuh waktu 10 hari. Ia menjelaskan, saat kejadian, longsoran terjadi di zona 4A TPST Bantar Gebang sehingga membutuhkan waktu untuk penataan ulang operasional.
“Waktu itu di zona 4A, sehingga memang perlu waktu sekitar 10 hari untuk kita tata kembali. Tapi sekarang sudah tertata kembali, dan beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di sejumlah tempat juga terjadi. Namun saat ini hampir semua sudah bersih karena Bantar Gebang sudah bisa digunakan kembali,” ujar Pramono di Balai Kota, Selasa (31/3/2026)
