Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Satu Abad Rahmi Hatta: Keteladanan untuk Istri Pejabat Masa Kini
Potret Bung Hatta dan Rahmi Hatta dalam koleksi mini museum dalam acara Satu Abad Rahmi Hatta di Jakarta. (IDN Times/Amir Faisol).

Intinya sih...

  • Rahmi Hatta dikenal sosok pecinta Wastra Nusantara.

  • Rahmi Hatta, teladan di tengah rapuhnya ketahanan keluarga Indonesia.

  • Rahmi Hatta juga teladan bagi para istri pejabat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Senin (16/2/2026) pagi, langit Jakarta terlihat lebih murung. Hujan turun seperti tirai tipis yang pelan-pelan ditarik dari langit. Awan hitam menyelimuti Jakarta, membuat suasana kian syahdu.

Hujan pagi ini bukan lagi tentang cuaca. Ia menjadi latar yang menyempurnakan suasana intim peringatan satu abad kelahiran Siti Rahmiati Hatta, istri Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta (Bung Hatta) di kediamannya, Jalan Diponegoro, 57, Menteng, Jakarta Pusat. Rahmiati Hatta lahir pada 16 Februari 1926.

Perayaan satu abad kelahiran Rahmiati Hatta digelar sederhana. Keluarga, sahabat, dan kolega mulai memadati rumah Bung Hatta di Jalan Diponegoro sejak pagi hari. Meutia Hatta, Gemala Hatta, dan Halida Hatta, ketiga srikandi sang Bapak Proklamator menyambut kehadiran para tamu dengan senyum dan pelukan hangatnya.

Hujan yang turun sejak pagi seolah menjadi metafora perjalanan panjang hidup Rahmi Hatta, tenang, konsisten, dan memberi kesejukan. Meski udara pagi terasa dingin, suasana di rumah justru hangat.

Di ruang tengah yang menyimpan banyak jejak sejarah, keluarga dan kerabat berkumpul. Tidak ada kemewahan berlebihan, kursi-kursi ditata sederhana, foto-foto lama dan sejumlah penghargaan oleh negara dipajang di sudut-sudut rumah.

Rumah ini dibangun tiga tahun sebelum republik ini lahir. Bangunan lawas itu tak banyak berubah, dan hanya mengalami sedikit pembaharuan pada 1950-an. Di rumah ini kenangan tentang Rahmi Hatta kembali dihidupkan dalam imajinasi.

"Jadi kalau kita melihat dari album ke album rumah ini ya begini ini, kita pertahankan jadi dibilang rumah keluarga yang membuat kita selalu ingat akan perjalanan kehidupan dengan sudut sana sudut sini itu ada tokoh-tokoh yang berjuang bersama ayah maupun tokoh yang berikutnya dari generasi yang berikutnya. Jadi selalu begini, jadi kalau lihat foto-fotonya ya barang-barangnya begini dan memang ada tambahannya," kata Halida Hatta, saat menyapa tamu undangan ketika membuka acara itu, di kediamannya.

Dalam momentum perayaan ini, keluarga turut meluncurkan sebuah buku tentang jejak kehidupan Rahmi Hatta bertajuk "Satu Abad Ibu Rahmi Hatta: Pribadi Unik yang Mendidik dan Meneladani". Buku tersebut ditulis Meutia Hatta.

Melalui buku tersebut, anak-anak Rahmi Hatta mencoba menggali sisi-sisi lain yang terpatri dalam sosok sang Ibunda. Halida Hatta mengatakan, banyak keteladanan yang bisa dipetik dari Rahmi Hatta. Sifatnya yang lapang dan luas untuk menyikapi semua pemberian semesta.

"Kita melihat bahwa banyak sekali keteladanan yang bisa kita kreasikan dari melihat pada keteguhan Ibu Hatta yang selalu mengatakan hargailah setiap rezeki walaupun itu hanya sebutir biji. Jadi Ibu tuh selalu bersyukur apakah itu rezeki terkecil itu harus dihargai dan harus mengucapkan syukur kepada Tuhan," kata dia.

1. Sang pecinta Wastra Nusantara

Putri pertama Bung Hatta, Meutia Hatta saat memberikan sambutan dalam acara satu abad Rahmi Hatta. (IDN Times/Amir Faisol).

Rahmi Hatta dikenal sebagai sosok yang setia mendampingi dalam sunyi Bung Hatta. Ia bukan hanya pendamping seorang negarawan, tetapi juga penjaga nilai kesederhanaan, keteguhan, dan integritas yang menjadi ciri keluarga Hatta.

Meutia Hatta mengenang sosok ibunda sebagai negarawan yang sangat mencintai Indonesia dengan segala keragaman budayanya. Rahmi Hatta merupakan penggemar Wastra Nusantara. Hingga hari ini masih ada 780 lembar kain dan kebaya, koleksi Rahmi Harta yang masih tersimpan rapi.

"Kami baru tahu bahwa ternyata setelah kami membagi-bagikan baju Ibu dan segalanya yang perlu diberikan kepada orang ternyata masih ada 780 items pieces kebaya kain dan sebagainya," kata Meutia Hatta.

Rahmi Hatta dikenal sebagai sosok yang pandai dalam berbusana. Ia pandai memadupadankan busana yang harus dikenakan dalam tugas-tugas kenegaraan. Meutia mengatakan, Rahmi Hatta dapat menjadi teladan bagi para istri-istri pejabat pemerintah di masa kini.

Meutia juga bercita-cita suatu hari, negara dapat membangun museum yang dapat menampilkan busana-busana istri Presiden dan Wakil Presiden hingga gubernur, agar menjadi teladan bagi perempuan Indonesia, di setiap provinsi.

"Supaya menjadi teladan bagi kaum Indonesia, perempuan Indonesia terutama yang istri pejabat bagaimana untuk berpakaian yang terhormat dan apa anggun gitu dan membuat rasa hormat orang terhadap mereka bukan sekadar asal pakaian atau salah tempat untuk berdandan," kata Meutia.

2. Rahmi Hatta sosok teladan di tengah rapuhnya ketahanan keluarga Indonesia

Gemala Hatta, putri kedua Muhammad Hatta menceritakan sosok Rahmi Hatta ke Gen Z dan Millenial. (IDN Times/Amir Faisol)

Sementara, Gemala Hatta mengenang sang ibu sebagai sosok yang sangat demokratis. Di keluarganya, ruang dialog terbuka lebar. Ia dan kedua saudaranya diperbolehkan mengutarakan pendapatnya, bahkan ketika berbeda pandangan dengan kedua orangtua.

Ia mencontohkan bagaimana sang ibu tetap mendengarkan ketika diprotes oleh ketiga anaknya. Perbedaan pendapat, kata dia, bukan hal yang tabu dalam keluarga. Menurut Gemala, pola komunikasi semacam itu membentuk anak untuk berpikir kritis sekaligus menghargai sudut pandang orang lain.

Gemala juga menekankan bahwa dalam rumah tangga, inspirasi dan suara anak tidak boleh dimatikan. Anak perlu diberi ruang untuk berbicara dan tumbuh dengan kepribadiannya masing-masing. Keteladanan Rahmi Hatta menjadi teladan di tengah rapuhnya komunikasi keluarga baik antara suami dan istri maupun orang tua dan anak.

Ia juga mengenang sosok ayahnya yang selalu menjadi pendengar yang baik. Dalam berbagai kesempatan, anak-anak bebas bercerita tentang apa pun. Sang ayah, kata Gemala, terkadang menanggapi dengan tawa atau respons santai, namun tetap memberikan perhatian penuh.

“Jadi orang tuanya menyalurkan aja gitu tapi tidak pernah misalkan Ayah politik kamu politik enggak gak gitu. Ayah ekonomi kamu ekonomi gak juga. Jadi masing-masing bergaul dengan kesukaannya sendiri” katanya.

3. Rahmi Hatta teladan bagi para istri pejabat

Gemala Hatta, putri kedua Muhammad Hatta menceritakan sosok Rahmi Hatta ke Gen Z dan Millenial. (IDN Times/Amir Faisol)

Gemala juga mengatakan Rahmi Hatta merupakan sosok yang dapat menjadi teladan bagi istri-istri pejabat di masa kini. Ia mengatakan pejabat dan istrinya harus hidup sederhana dan bisa menjaga perasaan rakyatnya.

"Ya harus tahu dirilah. Jadi kalau jadi pejabat kita masuk ke daerah yang umum jangan bajunya yang mewah-mewah, itu kan menyakitkan hati. Dan juga kalau memang ya kita tahu di mana kita berada, gitu aja," kata dia.

Gemala mengingatkan para pejabat di lingkungan pemerintah, agar tidak berlebihan dengan mengenakan pakaian yang berlebihan ketika mengunjungi rakyatnya.

"Kalau jadi pejabat kita masuk ke daerah yang umum jangan bajunya yang mewah-mewah, itu kan menyakitkan hati. Dan juga kalau memang ya kita tahu di mana, kita berada gitu aja," kata dia

Editorial Team