Jakarta, IDN Times - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung langkah yang ditempuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, untuk meminta penjelasan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal penyebab insiden yang terjadi di misi UNIFIL Lebanon pada pekan ini.
Tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden berbeda yang terjadi pada 29 Maret dan 30 April 2026. Mereka adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anumerta) Fahrizal Rhomadhon.
"Indonesia berhak untuk itu (investigasi yang serius, jujur dan adil). PBB (utamanya UNIFIL) dengan penuh rasa tanggung jawab harus bisa menjelaskan mengapa sejumlah insiden beruntun terjadi. Akibatnya jatuh korban jiwa dan luka-luka dari peacekeeper dari Indonesia," cuit pria yang akrab disapa SBY itu, Minggu (5/4/2026).
Ia menyadari investigasi dalam situasi pertempuran yang dinamis tidak mudah. Tetapi investigasi itu, kata SBY, tetap dapat dilakukan dengan harapan hasilnya dapat dinalar dan masuk akal. Istilah yang dipakai SBY acceptable dan believeable narrative.
Ketiga jenazah prajurit TNI yang gugur tiba di Tanah Air pada Sabtu, 4 April 2026, dan dimakamkan di taman makam pahlawan di dua lokasi berbeda pada hari ini.
