Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Setahun Pramono–Rano, Jakpro Genjot Aset Strategis Jakarta
Update pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS), Jumat (14/1/2022). (IDN Times/Uji Sukma Medianti)

  • Memasuki satu tahun kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno, arah pembangunan Jakarta difokuskan pada kebutuhan warga, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan.
  • Jakpro menerjemahkan kebijakan tersebut dengan mengelola aset strategis seperti LRT Jakarta, JIS, TIM, dan Velodrome agar lebih produktif serta berdampak langsung bagi masyarakat.
  • Iwan Takwin menegaskan tata kelola berkelanjutan menjadi fondasi proyek Jakpro, termasuk pembangunan JPO penghubung JIS–Ancol untuk memperkuat konektivitas dan ekosistem kawasan utara Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) memperkuat pengelolaan aset kota agar lebih produktif dan berkelanjutan, seiring satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
  • Who?
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, serta Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin yang memimpin pelaksanaan kebijakan pengelolaan aset strategis kota.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di wilayah DKI Jakarta dengan fokus pada sejumlah fasilitas seperti LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, dan Jakarta International Velodrome.
  • When?
    Pemaparan dilakukan pada Jumat, 20 Februari 2026, bertepatan dengan peringatan satu tahun masa kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
  • Why?
    Kebijakan ini bertujuan memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi fisik tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga melalui pemanfaatan aset publik yang produktif dan ramah lingkungan.
  • How?
    Jakpro mengoptimalkan aset strategis dengan membuka ruang bagi UMKM, menciptakan lapangan kerja, memperkuat
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Memasuki satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, arah pembangunan Jakarta disebut semakin fokus pada kebutuhan warga, partisipasi publik, dan keberlanjutan lingkungan.

Pendekatan ini tak semata mengejar pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menargetkan peningkatan kualitas hidup serta pemerataan manfaat pembangunan.

Sebagai BUMD strategis, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) menerjemahkan kebijakan tersebut melalui pengelolaan aset dan proyek infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Sebagai BUMD yang mendapat mandat strategis, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) menerjemahkan kebijakan tersebut melalui pengelolaan aset dan proyek infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin dalam keterangan, Jumat (20/2/2026).

1. Aset strategis kota harus hidup

Dirut Jakpro, Iwan Takwin (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Iwan Takwin memaparkan, dalam setahun terakhir Jakpro memperkuat pendekatan pembangunan yang tidak berhenti pada penyelesaian fisik proyek.

“Pembangunan tidak bisa hanya diukur dari berdirinya bangunan atau selesainya proyek. Yang terpenting adalah bagaimana aset strategis kota itu hidup, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi warga,” ujar Iwan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Jakarta diukur dari dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar capaian administratif.

2. Optimalisasi LRT hingga JIS

Potret Planetarium Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Optimalisasi aset dilakukan pada sejumlah fasilitas strategis seperti LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, serta Jakarta International Velodrome.

Aset tersebut tak hanya difungsikan sebagai infrastruktur kota. Jakpro mendorongnya menjadi ruang interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi lokal.

“Kami memastikan setiap pengelolaan aset membuka ruang bagi UMKM, menciptakan peluang kerja, serta mendorong konektivitas kawasan yang lebih ramah publik,” katanya.

3. JPO JIS–Ancol dan integrasi kawasan

Ilustrasi Jembatan JIS -Ancol/ dok Jakpro

Iwan menegaskan, tata kelola dan prinsip keberlanjutan menjadi fondasi dalam setiap proyek. Jakpro mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar selaras dengan target dekarbonisasi serta daya saing Jakarta sebagai kota global.

“Ke depan, kami ingin memastikan setiap mandat yang diberikan pemerintah provinsi tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan dampak yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Dalam konteks konektivitas kawasan, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium dengan Ancol menjadi bagian dari strategi integrasi kawasan. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki sekaligus memperkuat ekosistem kawasan utara Jakarta.

Editorial Team