Jakarta, IDN Times - SETARA Institute menilai penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, oleh Polda Metro Jaya cukup progresif. Hal ini diketahui dari beberapa temuan awal yang cukup meyakinkan.
Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi mengatakan, penyelidikan cukup progresif karena diamankan dan diselidikinya seluruh CCTV terkait hingga kesimpulan awal jumlah dan identitas pelaku.
“Namun pada perkembangannya TNI hadir dengan pelintiran alur (plot twist). Tampak jelas bahwa TNI justru menyabotase dan menginterupsi proses penegakan hukum oleh Polri melalui narasi-narasi yang disampaikan kepada publik melalui konferensi pers, yang secara substantif menunjukkan perbedaan yang berpotensi mengaburkan pengungkapan kasus,” kata Hendardi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2026).
