Permasalahan kabut asap masih berlanjut. Setelah sebagian besar daerah di Sumatera mengalami kabut yang cukup pekat dan info terakhir wilayah Medan juga terkena imbasnya, kini Lampung juga menjadi sasaran asap. Kabut asap ini diduga berasal dari kabakaran hutan di Riau, mengingat daerah Lampung berdekatan dengan lokasi tersebut. Beberapa daerah di Lampung seperti kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Timur, Mesuji, dan Tulangbawang, Lampung Barat mulai di selimuti kabut pekat
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Sugiyono menyatakan terdapat 17 titik panas di Lampung Timur. Hal itu searah dengan arah angin yang sedang menuju ke barat dan utara, sehinggap asapnya sampai di Bandar Lampung.
Keberadaan asap di propinsi Lampung pada awalnya belum disadari sebagian masyarakat, warga baru menyadari bahwa Lampung mulai terjangkit asap setelah melihat langit yang gelap. Hal itu diungkapkan oleh Windy, yang awalnya mengira Lampung sudah mulai mendung.
Dampak dari asap tersebut aktifitas warga Lampung mulai terganggu. Seperti khawatir saat beraktivitas di luar ruangan dan beberapa jadwal penerbangan dari dan menuju Lampung pun dibatalkan, mengingat jarak pandang yang cukup terbatas. Tidak bisa dipungkiri, wilayah Sumatera memang tidak bisa terhindari dari kabut asap. Hal itu karena kawasannya sarat akan hutan.
Untungnya beberapa hari terakhir dampak kabut asap di Lampung mulai berkurang. Sebagian wilayah Lampung mulai cerah seperti biasa. Salah satu solusinya untuk mengurangi bahaya asap adalah adalah dengan pengguanaan Air Purifier, yaitu alat yang dapat membersihkan udara yang kita hirup. Alat ini memiliki tingkat kemampuan pembersih udara hingga 95 persen.
Alat Air Purifier bukan seperti AC yang memiliki fungsi sebagai pendingin ruangan, melainkan berfungsi menghasilkan udara segar yang sudah bersih atau bebas polusi. Dengan alat ini kita bisa mendapatkan udara bersih di dalam ruangan. Dianjurkan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, alat ini dipasang di rumah-rumah warga. Hal itu berguna untuk mengurangi dampai ISPA (infeksi saluran pernafasan).
Save Sumatera, kami membutuhkan udara segar.
