Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Siswa di Jaktim Keracunan MBG, BGN Minta Maaf dan Tanggung Jawab
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)
  • Sebanyak 72 siswa di beberapa sekolah Jakarta Timur mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis pada Jumat, 3 April 2026.
  • BGN menyampaikan permohonan maaf dan menanggung seluruh biaya pengobatan korban, serta menghentikan operasional dapur yang terlibat dalam insiden tersebut.
  • Sebagai langkah tanggung jawab, BGN mensuspend SPPG Pondok Kelapa 2 tanpa batas waktu dan berkomitmen memperketat pengawasan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 April 2026

Sore hari, pihak SPPG Pondok Kelapa menerima laporan dari guru tentang beberapa siswa yang mengalami sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan program MBG.

3 April 2026

Insiden keracunan terjadi di sejumlah sekolah di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Total 72 orang terdampak dan seluruh korban mendapatkan penanganan medis.

4 April 2026

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan permohonan maaf serta memastikan BGN menanggung seluruh biaya pengobatan korban dan menghentikan operasional dapur terkait.

kini

Seluruh korban dilaporkan membaik. BGN memperketat pengawasan untuk menjamin keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Insiden keracunan massal terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan puluhan siswa di beberapa sekolah di Jakarta Timur mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
  • Who?
    Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara program MBG, serta para siswa SDN Pondok Kelapa 09, 01, 07, dan SMAN 91 yang menjadi korban keracunan. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan tanggapan resmi.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan dapur operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2 yang kini telah dihentikan sementara oleh BGN.
  • When?
    Keracunan terjadi pada Jumat, 3 April 2026. Gejala awal dilaporkan sejak Kamis sore, 2 April 2026. Pernyataan resmi dari BGN disampaikan pada Sabtu, 4 April 2026.
  • Why?
    Dugaan sementara menunjukkan makanan yang dikonsumsi tidak segar sehingga memicu gejala keracunan. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
  • How?
    Siswa mengalami gejala
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak di sekolah Jakarta Timur sakit perut setelah makan dari program makan bergizi. Mereka muntah dan diare, lalu dibawa ke rumah sakit. Badan Gizi Nasional bilang maaf dan janji bayar semua biaya berobat. Dapurnya sekarang ditutup dulu supaya dicek lagi biar nanti makanan aman dan anak-anak tidak sakit lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tindakan cepat Badan Gizi Nasional menunjukkan komitmen kuat terhadap keselamatan publik. Dengan segera menanggung seluruh biaya pengobatan korban, menghentikan operasional dapur yang bermasalah, serta memperketat pengawasan program, BGN memperlihatkan tanggung jawab institusional dan kepedulian nyata terhadap kesehatan siswa serta mutu pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim).

Sebelumnya, dilaporkan terdapat 33 siswa menjadi korban keracunan di SDN Pondok Kelapa 09. Kemudian di SDN Pondok Kelapa 01 sebanyak 37 siswa, SDN Pondok Kelapa 07 sebanyak 31 siswa, dan di SMAN 91 sebanyak 34 orang.

1. BGN tanggung semua biaya pengobatan korban

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)

Dalam keterangan resminya, BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait. Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).

2. BGN sudah mengambil langkah tanggung jawab

ilustrasi MBG (bgn.go.id)

Nanik mengatakan, BGN telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," kata Nanik.

3. Insiden keracunan terjadi pada Jumat

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4/2026). Sebelumnya pada Kamis (2/4/2026) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait beberpaa siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg, tofu, sayuran campur, serta stroberi. Total hingga saat ini diidentifikasi sebanyak 72 orang terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak segar. BGN akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.

Editorial Team