Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi buka suara soal tewasnya siswa kelas 11 SMAN 5 Bandung diduga akibat pengeroyokan oleh pelajar. Bentrokan ini terjadi dengan pelajar SMAN 2 Bandung di Jalan Cihampelas Sabtu (14/3/2026) dini hari. Bahkan rekaman bentrok viral di media sosial.
Arifah mengatakan, anak harusnya bisa tumbuh dan berinteraksi dengan aman. Maka perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, kata Arifah.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Anak-anak seharusnya tumbuh dan berinteraksi dalam lingkungan yang aman dan kondusif. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah,” ujarnya, dikutip Rabu (17/3/2026).
