Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Soal Impor Pikap dari India, Adian PDIP: Tunggu dari Presiden
Wasekjen DPP PDIP Bidang Komunikasi, Adian Napitupulu (memegang mikrofon) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Adian Napitupulu menyatakan PDIP menunggu keputusan Presiden Prabowo terkait rencana impor mobil pikap dari India, sesuai arahan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
  • Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar industri otomotif lokal tidak dirugikan oleh kebijakan impor tersebut.
  • PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105 ribu unit kendaraan dari Mahindra dan Tata Motors untuk Koperasi Merah Putih, dengan alasan efisiensi biaya hingga Rp43 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wasekjen DPP PDIP Bidang Komunikasi, Adian Napitupulu, belum mau banyak bicara terkait wacana impor mobil pikap dari India ke Indonesia. Adian mengatakan, sesuai dengan pernyataan Wakil DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menunggu keputusan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Mobil pikap India, kemarin dari Pak Dasco sudah menyampaikan untuk menunggu dari Presiden ya terkait dengan itu. Ya kita tunggu saja," ujar Adian di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

1. Adian ingatkan TKDN

Wasekjen DPP PDIP Bidang Komunikasi, Adian Napitupulu (memegang mikrofon) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Adian mengingatkan terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mengenai pembuatan kendaraan. Menurutnya, harus ada aturan yang jelas.

"Tapi sebenarnya kalau kita lihat, sebenarnya kan ada apa sih istilahnya kalau kita bikin mobil tuh ada komponen lokal yang diproduksi lokal, TKDN. TKDN, kandungan dalam negerinya lah gitu lho. Rata-rata kan kalau saya tidak salah ya itu sudah rata-rata 40," ucap Adian.

"Apakah kemudian impor yang dari India ini juga memenuhi kriteria itu? Jangan sampai kemudian pabrikan-pabrikan yang sudah membangun di Indonesia, yang sudah memenuhi 40 persen TKDN itu, kemudian kehilangan kesempatan karena hal-hal lain," sambungnya.

2. Pikap untuk Koperasi Merah Putih

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota (IDN Times/Pitoko)

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) membenarkan kabar impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Agrinas Pangan akan melakukan impor 35 ribu unit mobil pikap 4x4 merek Scorpio buatan Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M). Kemudian, Agrinas Pangan mengimpor 35 ribu unit pikap 4x4 merek Tata Yodha, dan 35 ribu unit truk merek Ultra T.7 buatan Tata Motors.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, dua jenis kendaraan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistik, terutama komoditas pertanian ke KDKMP.

“Kenapa kita perlu 4x4? kKrena memang kita perlu untuk digunakan di daerah-daerah yang kondisi lahannya memang sangat menantang. Dan hampir di semua baik di Jawa pun kalau untuk ke sawah-sawah, itu lahannya sangat menantang, sehingga kita perlu mobil 4x4,” ujar Joao saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

3. Dapat harga murah dari produsen India

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota (IDN Times/Pitoko)

Joao mengatakan, dua produsen itu dipilih karena memberikan harga yang jauh lebih murah. Dia mengaku, dengan melakukan pengadaan mobil dari India itu, Agrinas Pangan bisa menghemat biaya hingga Rp43 triliun.

"Kalau kita menggunakan e-katalog (pengadaan dalam negeri), itu cost-nya sudah kami hitung sekitar Rp121 triliun. Tetapi dengan kami menggunakan direct buying kepada perusahaan-perusahaan pabrik-pabrik langsung, kita bisa mengefisiensikan sekitar Rp43 triliun, itu hanya untuk sarana-prasarana,” ujar Joao.

Joao mengatakan, kedua produsen India itu, baik Mahindra maupun Tata Motors sudah diakui kemampuannya dalam membuat mobil operasional.

“Dan mobil-mobil ini kita lihat di India proven. Yang umurnya ada yang sudah 40-an tahun gitu di India. Kita sendiri tidak tahu, ternyata Willys itu buatannya Mahindra, Jeep G7 itu buatannya Mahindra gitu. Kita dari dulu berpikir bahwa itu buatannya Amerika. Ternyata tidak. Dan Tata sendiri sekarang pun sangat maju. Termasuk Tata itu yang pemilik Range Rover,” tutur Joao.

Editorial Team