Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan haji yang berkualitas pada 2026. Fokus utamanya adalah pelayanan yang inklusif serta berorientasi pada kebutuhan jemaah melalui penguatan berbagai program strategis.
Gus Irfan, sapaan akrabnya, menyebut penyelenggaraan haji tidak hanya berkutat pada aspek ritual semata. Lebih dari itu, haji juga menyangkut tata kelola, perlindungan jemaah, hingga nilai-nilai peradaban.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah kini fokus pada empat program strategis yang menjadi fondasi perbaikan layanan haji. Strategi pertama adalah efisiensi biaya haji. Gus Irfan memastikan, upaya penurunan biaya ini tidak akan mengorbankan kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci.
"Penurunan biaya haji tidak berarti menurunkan kualitas layanan. Justru efisiensi yang kami lakukan diarahkan untuk memastikan layanan tetap optimal dan hak jemaah tetap terpenuhi," ujar Irfan dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Rabu (18/2/2026).
