Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan di Jakarta Pusat,.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan di Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Intinya sih...

  • Kerusuhan berdampak pada Jakarta

  • Strong leadership buat Jakarta cepat pulih

  • Pulihkan kepercayaan publik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dinilai berhasil mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pascakrisis.

Iwan menyebut, Jakarta mampu keluar dari tekanan ekonomi dan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pada kuartal ketiga, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sempat berada di bawah 5 persen, namun kemudian melonjak hingga 5,71 persen.

“Boleh dikatakan pada kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi berada di bawah 5 persen, namun kini bisa naik menjadi 5,71 persen. Saya pikir salah satunya karena kepemimpinan yang sangat kuat dari pemerintah,” ujar Iwan di Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026)

1. Kerusuhan berdampak pada Jakarta

Aksi solidaritas ojol Affan Kurniawan di Mapolda Jatim (IDN Times/Ardiansyah Fajar)

Ia menjelaskan, peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Mei lalu sempat memberi dampak besar terhadap aktivitas ekonomi. Kekhawatiran investor dan pemilik modal meningkat, bahkan masyarakat pun cenderung menahan belanja.

“Pada saat itu pasti enggan ke mal, untuk spending saja enggan, apalagi untuk investasi,” katanya.

2. Strong leadership buat Jakarta cepat pulih

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Namun demikian, Jakarta dinilai mampu pulih lebih cepat dibanding daerah lain. Menurut Iwan, faktor utama yang mendorong pemulihan tersebut adalah strong leadership atau kepemimpinan yang kuat di tingkat daerah.

“Kalau menurut saya, kenapa DKI bisa naik ke 5,71 persen? Yang utama karena kita bersyukur di DKI Jakarta punya strong leadership,” ucapnya.

3. Pulihkan kepercayaan publik

Festival Budaya Jakarta Dalam Warna Meriahkan CFD (Dok. Berita Jakarta Humas Pemprov DKI)

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta Wakil Gubernur Rano Karno, dan seluruh jajaran yang dinilai mampu dengan cepat memulihkan kepercayaan publik dan dunia usaha.

Salah satu contoh konkret kepemimpinan tersebut, kata Iwan, terlihat dari keputusan Pemprov DKI Jakarta yang tetap menjalankan Car Free Day (CFD) hanya sepekan setelah kerusuhan terjadi.

“Pak Gubernur memberikan komando bahwa CFD tetap jalan. Masyarakat tetap berolahraga, tetap ada aktivitas. Ini sinyal yang sangat kuat,” jelasnya.

4. Jaminan keamanan jadi kunci pertumbuhan ekonomi

Festival Budaya Jakarta Dalam Warna Meriahkan CFD (Dok. Berita Jakarta Humas Pemprov DKI)

Keputusan tersebut, lanjut Iwan, memberikan keyakinan bagi para pemimpin institusi, pelaku usaha, hingga investor untuk kembali berani mengambil keputusan. Hal itu juga mendorong Bank Indonesia DKI Jakarta untuk tetap menjalankan agenda besar.

“Dengan adanya keyakinan itu, kami juga firm untuk memutuskan tetap menggelar Jakarta Economic Forum di GBK. Itu kegiatan besar pertama pascakejadian, melibatkan banyak UMKM, festival musik, dan kolaborasi berbagai pihak,” katanya.

Menurut Iwan, jaminan keamanan dan kepastian dari pemimpin daerah menjadi kunci sehingga aktivitas ekonomi bisa kembali bergerak cepat. Terlebih, DKI Jakarta memiliki mesin pertumbuhan utama dari sektor ekonomi kreatif dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

“Ketika MICE bergerak, ekonomi akan bergerak. Multiplier effect-nya besar, UMKM bergerak, makan-minum, fashion, transportasi, media, semuanya ikut bergerak,” ujarnya.

Editorial Team