Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Targetkan 40 Ribu Pengunjung, Perayaan Cap Go Meh 2026 di Bogor Digelar Usai Tarawih
Penampilan Barongsai di acara Cap Go Meh Bogor Street Festival, Rabu (12/2/2025). (Linna Susanti/IDN Times).
  • Perayaan Cap Go Meh Bogor 2026 digelar bertepatan dengan bulan Ramadan, mengusung tema “Harmony in Diversity” sebagai simbol toleransi dan kebersamaan antarumat di Kota Bogor.
  • Festival berlangsung 1–3 Maret dengan Pasar Malam Tempoe Doeloe yang dibagi tiga zona: Imlek–Cap Go Meh, Kopi Legend, dan Ramadan bernuansa kuliner serta ornamen religius.
  • Acara dimulai usai salat tarawih hingga sebelum tengah malam, mendapat dukungan Pemkot Bogor untuk mendorong ekonomi UMKM dan menarik wisatawan ke kota hujan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times – Panitia Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF–CGM) 2026 menargetkan sebanyak 30 hingga 40 ribu pengunjung hadir selama rangkaian perayaan Cap Go Meh tahun ini.

Perayaan yang berpusat di kawasan Suryakencana, Kota Bogor tersebut menjadi istimewa karena digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Ketua Pelaksana BSF–CGM 2026, Arifin Himawan, mengatakan, perayaan kali ini mengusung tema “Harmony in Diversity” atau harmonis dalam keberagaman.

Penyelenggaraan Cap Go Meh di tengah umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa menjadi bukti nyata bahwa Kota Bogor mampu merawat toleransi.

Arifin Himawan menyebut momentum pertemuan tradisi ini sebagai momen terbaik untuk menyatukan nilai budaya dan religi dalam satu ruang publik yang sama.

“Momen ini kita kemas dengan tema Harmony in Diversity, yang menunjukkan bahwa Bogor adalah kota yang toleran, kota yang bisa menerima perbedaan, yang bisa bersama-sama walaupun berbeda dalam satu tujuan,” ujar Arifin di Bogor, Selasa (24/2/2025) malam.

1. Hadirkan pasar malam dengan tiga zona utama

Ketua Pelaksana BSF–CGM 2026, Arifin Himawan. Dok istimewa.

Arifin mengatakan, rangkaian BSF–CGM 2026 yang berlangsung pada 1–3 Maret akan dimeriahkan oleh Pasar Malam Tempoe Doeloe.

Panitia juga membagi pasar malam tersebut ke dalam tiga zona utama, yakni zona bernuansa Imlek dan Cap Go Meh, zona Kopi Legend yang menonjolkan produk kopi tua asal Bogor, serta zona Ramadan.

“Kita bikin tiga kelompok itu sehingga suasana itu tetap ada kebersamaannya. Zona Ramadan akan diisi suasana khas bulan puasa, termasuk kuliner untuk berbuka dan ornamen bernuansa religius,” kata Arifin.

2. Penyesuaian waktu demi ibadah tarawih dan sahur

Penampilan seni pada acara Cap Go Meh Bogor Street Festival, Rabu (12/2/2025). (Linna Susanti/IDN Times).

Arifin mengatakan, mengingat acara digelar di bulan Ramadan, panitia melakukan penyesuaian jadwal yang sangat ketat agar tidak mengganggu ibadah umat Muslim.

Puncak acara dijadwalkan baru dimulai setelah pelaksanaan salat Tarawih dan harus berakhir sebelum tengah malam agar warga bisa beristirahat untuk persiapan sahur.

“Acara ini kita akan laksanakan setelah tarawih. Jadi antara tarawih selesai jam 9 sampai jam 11 itu kan tidak terlalu lama sehingga acaranya tidak terlalu banyak dan sebelum jam 12 kita selesai, mengingat warga masyarakat harus sahur,” kata Arifin.

3. Dukungan pemerintah untuk ekonomi UMKM

Wali Kota Bogor terpilih Dedie Abdu Rachim foto bareng pengamen di acara Cap Go Meh Bogor Street Fwstival, Rabu (12/2/2025).

Pemerintah Kota Bogor melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Iceu Pujiati, menyatakan dukungan penuh terhadap acara ini.

Selain sebagai agenda budaya, festival ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta penarik wisatawan dari luar kota.

“Pemerintah Kota Bogor insya Allah selalu men-support kegiatan Cap Go Meh ini. Kami berharap event ini memberi peningkatan terhadap ekonomi masyarakat, peningkatan para UMKM yang berpartisipasi atau berkolaborasi,” kata Iceu.

Editorial Team