Akselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30, tingkatkan efektivitas model operasi dan tata kelola perseroan. (dok. Telkom)
Telkomsel sebagai operator yang fokus pada segmen B2C mencatat pendapatan sebesar Rp109,2 triliun sepanjang 2025. Perseroan juga mencatat kenaikan trafik data sebesar 15 persen YoY seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital masyarakat.
Average Revenue Per User (ARPU) disebut mulai menunjukkan tren pemulihan positif sejak paruh kedua 2025, didukung kondisi kompetisi industri yang lebih sehat.
Di sisi lain, segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 9,2 persen YoY menjadi Rp8,9 triliun, didorong bisnis data center dan ekspansi fiber.
Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin 82,2 persen. Saat ini Mitratel memiliki 40.230 menara telekomunikasi dan menjadi perusahaan menara terbesar di Asia Tenggara.
“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan,” tutup Dian. (WEB)