Jakarta, IDN Times - Memasuki bulan Ramadan, jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatra terus bertambah. Mengutip data dari dashboard milik Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal telah mencapai 1.207 jiwa. Angka itu terus bertambah lantaran masih ada 138 jiwa yang dilaporkan hilang.
Jumlah korban meninggal paling besar ditemukan di Aceh yang mencapai 564 jiwa. Kemudian, 376 jiwa ditemukan di Provinsi Sumatra Utara dan 267 jiwa meninggal ditemukan di Sumatra Barat.
Sementara, jumlah pengungsi yang ditemukan di tiga provinsi menurut data BNPB lebih tinggi dari informasi Kementerian Dalam Negeri. BNPB mencatat 30.863 jiwa masih menjadi pengungsi karena tak memiliki tempat tinggal.
Ketua Satuan Tugas Pemulihan Bencana di Pulau Sumatra, Tito Karnavian, melaporkan 29 desa di sana hilang tersapu banjir dan tanah longsor sejak akhir November 2025. Desa-desa yang hilang semula berada di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara.
"Jadi, ada 29 desa yang hilang karena terbawa longsor atau terkena banjir. Di Aceh jadi area di mana gampong paling banyak hilang, yakni 21. Sumatra Utara ada delapan desa yang hilang khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah," ujar Tito di rapat evaluasi pemulihan Bencana Sumatra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
"Alhamdulilah di Sumatra Barat tidak ada desa yang hilang," imbuhnya.
