Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, turun langsung melakukan supervisi ke dapur katering di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah (dok. Kemenhaj)
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, turun langsung melakukan supervisi ke dapur katering di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah (dok. Kemenhaj)

Intinya sih...

  • Kementerian Haji dan Umrah ingin meningkatkan standar pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah.

  • Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan dapur katering memiliki cita rasa khas Nusantara dan menjaga kebersihan.

  • Pemerintah menekankan penggunaan bumbu dan beras asli dari Indonesia serta memastikan kapasitas produksi dapur mampu melayani jumlah jemaah haji Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makkah, IDN Times – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) ingin meningkatkan standar pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, turun langsung melakukan supervisi ke dapur katering di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan jemaah mendapatkan layanan konsumsi yang higienis dan juga memiliki cita rasa khas Nusantara. Pemerintah ingin menjamin makanan yang tersaji benar-benar sesuai dengan lidah orang Indonesia.

1. Wajib pakai beras dan bumbu asli Indonesia

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, turun langsung melakukan supervisi ke dapur katering di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah (dok. Kemenhaj)

Dalam peninjauan tersebut, Irfan menekankan aturan ketat bagi penyedia katering. Dapur-dapur haji diwajibkan menggunakan bumbu masak serta beras asli dari Indonesia.

Kebijakan ini bertujuan menjaga keaslian rasa agar jemaah merasa seperti makan di rumah sendiri.

Tak hanya soal bahan baku, teknik pengolahan beras pun menjadi sorotan. Pemerintah meminta agar proses memasak nasi mengikuti standar Indonesia demi mendapatkan tekstur dan rasa yang pas.

Irfan ingin memastikan kualitas terbaik mulai dari bahan mentah, proses masak, hingga pengemasan.

"Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah, sehingga mereka tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah,” ujar Irfan dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

2. Higienitas dan ketepatan waktu distribusi

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, turun langsung melakukan supervisi ke dapur katering di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah (dok. Kemenhaj)

Selain cita rasa, aspek kebersihan menjadi fokus utama dalam inspeksi mendadak ini. Gus Irfan mengecek langsung kondisi area penyimpanan bahan makanan, dapur produksi, hingga ruang pengemasan (packing).

Semua fasilitas harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Pemerintah juga memastikan kapasitas produksi dapur mampu melayani jumlah jemaah haji Indonesia.

3. Rasa Nusantara adalah kunci utama

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, turun langsung melakukan supervisi ke dapur katering di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah (dok. Kemenhaj)

Irfan menyampaikan, cita rasa Nusantara adalah kunci utama agar jemaah haji asal Indonesia masih bisa menikmati hidangan selama berada di Arab Saudi.

"Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, rasanya sesuai selera jemaah Indonesia, dan distribusinya tepat waktu,” imbuhnya.

Editorial Team