ilustrasi guru mengajar di kelas (unsplash.com/ Husniati Salma)
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekolah rakyat.
Dia mengatakan, para siswa tidak berjalan sendiri, melainkan mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak agar bisa berkembang secara optimal.
Dengan dukungan tersebut, dia berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, dan berdaya saing untuk masa depan.
Program Sekolah Rakyat di Jombang sendiri telah berjalan sejak 14 Juli 2025 dan sementara menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung.
Sebanyak 100 siswa tingkat SMP dan SMA menjadi angkatan perdana yang tinggal di asrama. Rinciannya terdiri dari 50 siswa SMA (37 perempuan dan 17 laki-laki) serta 50 siswa SMP (28 perempuan dan 22 laki-laki).
Sekolah ini didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru Pendidikan Agama Islam, 10 wali asuh, empat wali asrama, serta tenaga pendukung lainnya seperti petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah.