Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Salah satu lokasi di TPST Bantargebang, Bekasi. (IDN Times/Imam Faisha
Salah satu lokasi di TPST Bantargebang, Bekasi. (IDN Times/Imam Faisha

Intinya sih...

  • Pengelolaan sampah dari hulu: Pemprov DKI Jakarta harus mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di ibukota sebelum dikirim ke TPST Bantar Gebang.

  • Bun mendorong Pemprov DKI untuk membentuk lebih banyak Bank Sampah dan BPS di tingkat RW untuk mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bun Joi Phiau, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan perhatian lebih terhadap Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang kapasitas penampungannya kian menipis.

Menurut dia, Pemprov DKI sudah tidak bisa lagi menerapkan solusi tambal sulam terhadap masalah-masalah yang terjadi di TPST Bantar Gebang. Bun Jhoi menilai, sudah ada tiga insiden kali longsor antara bulan Mei sampai Desember 2025.

"Kita sudah tidak bisa lagi hanya sekadar memperbaiki tembok-tembok, membangun turap-turap, memindahkan tumpukan-tumpukan sampah di sana ketika longsor seperti itu terjadi. Mau diapakan juga TPST tersebut kondisinya sudah nyaris kepenuhan,” kata dia, Jumat (9/1/2025).

1. Pengelolaan sampah dari hulu

TPST Bantargebang longsor. (Istimewa)

Bun menilai, Pemprov DKI Jakarta harus mengatasi permasalahan itu dari hulunya, yaitu dari cara pengelolaan sampah di ibu kota terlebih dahulu sebelum dikirim ke TPST Bantar Gebang.

“Masalahnya ini ada di hulu. Kita memang belum dapat mengelola sampah kita sedemikian rupanya, sehingga yang dikirim ke TPST Bantar Gebang juga bisa berkurang,” ujar dia.

2. TPS3R hanya ada di 20 titik saja

TPST berkapasitas hingga 74 ton limbah rumah di IKN. Foto Humas OIKN

Dia mencontohkan, kurangnya fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Jakarta. Hal itu sangat disayangkan karena fasilitas TPS3R bisa mengurangi jumlah sampah yang harus dikirim ke TPST Bantar Gebang.

“Sampai dengan bulan November tahun lalu, fasilitas TPS3R hanya ada di 20 titik saja. Padahal idealnya, fasilitas tersebut harus ada di masing-masing kecamatan di Jakarta ini,” kata Bun.

3. Masih separuh dari DKI Jakarta yang belum memiliki TPS3R

TPST berkapasitas hingga 74 ton limbah rumah di IKN. Foto Humas OIKN

Dengan kata lain, masih separuh dari DKI Jakarta yang belum memiliki TPS3R. Bun mendorong agar Pemprov DKI Jakarta memperbaiki permasalahan ini.

“Kami juga mendorong agar Pemprov DKI membentuk lebih banyak lagi Bank Sampah dan BPS (Bidang Pengelolaan Sampah) di tingkat RW (Rukun Warga). Dengan demikian, besar harapannya kita bisa terus mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang di masa depan,” kata dia.

Editorial Team