Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertunjukan transisi Imlek ke Ramadhan di Bundaran HI
Pertunjukan transisi Imlek ke Ramadhan di Bundaran HI. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Intinya sih...

  • Perayaan Imlek dan Ramadhan bersamaan

  • Pertunjukan seni budaya Islami

  • Harapan untuk kesan yang baik bagi masyarakat Jakarta

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar acara dalam rangka merayakan Imlek dan menyambut Ramadhan. Acara ini bertajuk 'Double Blessing; Chinese New Year and Ramadan Kareem'.

Acara ini digelar di Bundaran HI, Selasa (17/2/2026). Turut hadir dalam acara ini Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Unsur budaya dan religi begitu kental dalam acara ini.

1. Berkah yang datang bersamaan tahun ini

Pertunjukan transisi Imlek ke Ramadhan di Bundaran HI. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Rano mengungkapkan, perayaan Imlek tahun ini yang berdekatan dengan Ramadhan mencerminkan dua berkah yang datang bersamaan. Hal ini bukan sebuah kebetulan dan sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

"Jakarta berharap acara ini dapat menjadi ikon pembuka Ramadhan yang menghadirkan pengalaman visual berkesan bagi masyarakat serta wisatawan," kata Rano kepada awak media di Bundaran HI, Selasa (17/2/2026).

2. Diwarnai pertunjukan seni dan religi

Pertunjukan transisi Imlek ke Ramadhan di Bundaran HI. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Rano mengungkapkan, acara ini dibalut pertunjukan seni budaya yang bernuansa Islami. Di antaranya tari Ratoh Jaroe dari Aceh, tari Randai Piring dari Sumatra Barat, Rampak Bedug dari Banten dan tari Zapin Betawi.

"Selain itu juga ada penampilan Barongsai dan Liong. Dari siang dan sore mereka sudah bermain di sini," kata Rano.

3. Bisa menghadirkan kesan yang baik bagi masyarakat Jakarta

Pertunjukan transisi Imlek ke Ramadhan di Bundaran HI. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Rano berharap, acara ini dapat menghadirkan kesan yang baik bagi masyarakat Jakarta dan para wisatawan yang hadir. Dia juga ingin agar acara seperti ini bisa digarap dan dibuat lebih meriah untuk ke depannya.

"Tahun depan harus lebih hebat dari ini karena tahun depan Jakarta berusia 500 tahun. Barangkali kegiatan ini kita akan bikin seperti Car Free Night, supaya Jakarta kosong, semuanya merayakan untuk menghadapi pesta yang jauh lebih besar," kata Rano.

Editorial Team