Warga berada di depan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025).(ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Labih lanjut, Tommy turut menyoroti banjir bandang yang meluluhlantahkan Kota Padang. Ia mengatakan, setidaknya terdapat tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) di sekitar Kota Padang di antaranya DAS Aia Dingin, DAS Kuranji dan DAS Arau.
"DAS Aia Dingin dan DAS Kuranji merupakan daerah terparah terdampak bencana. Ribuan rumah yang ada pada DAS ini terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi dan merusak fasilitas umum dan pribadi," kata dia.
Tommy mengungkap, Hulu Kota Padang telah mengalami tekanan ekologis yang serius. Anlisis WALHI Sumbar menggunakan citra satelit pada 2001–2024, Kota Padang kehilangan 3.400 hektare hutan.
"Sebagian besar berada pada hulu dan aliran sungai-sungai kecil pada perbukitan bukit barisan. Pada wilayah tengah banyak kawasan lindung (sempadan sungai, gambut, rawa) dirubah menjadi areal terbangun," kata dia.
Sementara itu, bila dianalisis lebih mikro DAS Aia Dingin telah kehilangan 780 hektare tutupan pohon. Menurutnya, mayoritas deforestasi terjadi di wilayah hulu, yang berperan vital dalam meredam aliran permukaan dan mencegah banjir bandang.
DAS Aia Dingin merupakan salah satu DAS administratif penting di Kota Padang, dengan luas 12.802 hektare.
"Secara topografis, kawasan hulu DAS memiliki kelerengan datar hingga terjal, dengan bagian hulu berada di wilayah Kawasan Hutan Konservasi Bukit Barisan yang seharusnya berfungsi sebagai benteng ekologis utama. Namun, kawasan terdegradasi cukup parah akibat tekanan aktivitas manusia," kata dia.