Ilustrasi hujan. (IDN Times/Arief Rahmat)
Sedangkan banjir di Kabupaten Aceh Singkil, Provinis Aceh, menyebabkan ratusan keluarga terdampak. Perkembangan per Sabtu (21/11), pukul 20.08 WIB, dua kecamatan, yakni Simpang Kanan dan Gunung Meriah terdampak dengan total jumlah desa mencapai 10 desa.
Banjir ini dipicu hujan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Lae Cinendang pada Jumat lalu (20/11), pukul 22.00 WIB. Desa yang terdampak banjir adalah Kecamatan Simpang Kanan, Desa Ujung Limus, Silatong, Tanjung Mas, Lae Riman, Cibubukan dan Serasah, sedangkan di Kecamatan Gunung Meriah antara lain Desa Rimo, Cingkam, Penjahitan dan Tanah Merah.
Banjir masih menggenangi wilayah terdampak. BPBD masih terus melakukan pendataan untuk korban terdampak maupun kerusakan di dua kecamatan tadi. Sementara itu, di kawasan Sumatra, banjir melanda Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Bencana ini terjadi akibat hujan dengan intensitas pada Jumat lalu (20/11), sekitar pukul 22.30 WIB. Saat kejadian, tinggi muka air antara 100 – 150 cm.
Namun demikian, genangan telah surut dan warga yang mengungsi telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Data per Sabtu (21/11), pukul 17.30 WIB, BPBD Kabupaten Padang Pariaman mencatat 25 hektare sawah dan 10 hektare ladang tergenang. Saat ini sudah tidak ada pengungsian.
“Kita mengenal jargon ‘kenali bahaya, kurangi risiko,’ sehingga masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi dan meminimalkan dampak bencana,” ujar Guswanto.