Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada Influenza Bukan Selesma, Bisa Picu Komplikasi Serius
Diskusi pentingnya vaksin influenza untuk dewasa di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Para pakar menegaskan influenza bukan sekadar selesma karena dapat memicu demam tinggi, sakit kepala, dan komplikasi berat seperti pneumonia serta gangguan kardiovaskular pada dewasa dan lansia.
  • Vaksinasi influenza tahunan disebut sebagai langkah pencegahan utama, dengan penyesuaian dari vaksin quadrivalent ke trivalent mengikuti perkembangan epidemiologi global sesuai rekomendasi WHO.
  • Banyak masyarakat masih menganggap influenza tidak serius, padahal vaksinasi rutin penting terutama bagi kelompok berisiko dan sebelum bepergian ke wilayah dengan potensi paparan virus tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2020

WHO dan para ahli kesehatan global tidak lagi mendeteksi sirkulasi virus B/Yamagata, sehingga mendorong penyesuaian komposisi vaksin influenza dari quadrivalent menjadi trivalent.

4 Mei 2026

Ketua PERALMUNI Iris Rengganis menyampaikan di Jakarta Pusat bahwa influenza berkontribusi terhadap tingginya angka rawat inap dan risiko komplikasi berat pada lansia serta individu dengan komorbid.

kini

Para pakar menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan sebagai langkah pencegahan utama dan mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap influenza sebagai penyakit ringan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Para pakar kesehatan mengingatkan bahwa influenza dapat menyebabkan peningkatan angka rawat inap, penurunan produktivitas, serta risiko komplikasi serius pada kelompok dewasa dan lansia dengan penyakit penyerta.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Ketua PERALMUNI Iris Rengganis, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI Sukamto, dan Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma Vidi Agiorno.
  • Where?
    Pemaparan dilakukan di Jakarta Pusat dalam kegiatan yang melibatkan organisasi profesi medis dan perwakilan industri farmasi.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026, bersamaan dengan pembahasan mengenai vaksinasi influenza tahunan dan perubahan komposisi vaksin global.
  • Why?
    Peringatan ini diberikan karena influenza masih dianggap ringan oleh masyarakat, padahal dapat menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia dan gangguan kardiovaskular terutama pada kelompok berisiko tinggi.
  • How?
    Pakar mendorong vaksinasi influenza tahunan sebagai langkah pencegahan utama serta menjelaskan transisi dari vaksin quadrivalent ke trivalent sesuai perkembangan epidemiologi virus global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang dewasa dan kakek nenek sakit karena influenza dan harus dirawat di rumah sakit. Dokter Iris bilang influenza bukan pilek biasa karena bisa bikin demam tinggi dan kepala sakit. Dokter juga bilang vaksin penting supaya tidak makin parah. Sekarang vaksin baru dibuat tiga jenis, dan orang diminta tetap vaksin tiap tahun biar sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan langkah positif dunia medis dalam menghadapi influenza melalui penyesuaian ilmiah dan peningkatan edukasi publik. Penjelasan para pakar tentang perbedaan influenza dan selesma membantu masyarakat memahami risiko sebenarnya, sementara transisi vaksin trivalent mencerminkan kemajuan riset global yang adaptif terhadap perubahan virus, memperkuat upaya pencegahan secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI) Iris Rengganis mengungkapkan, influenza berkontribusi terhadap tingginya angka rawat inap dan penurunan produktivitas pada usia dewasa.

Selain itu, Iris mengungkapkan, influenza juga bisa meningkatkan risiko penyakit berat lainnya (komplikasi) pada individu lansia serta mereka yang memiliki komorbid.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa influenza perlu dipandang sebagai ancaman kesehatan serius, apalagi influenza merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menular," ucap Iris di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

1. Influenza bukan selesma

ilustrasi virus influenza (pexels.com/CDC)

Dia menerangkan, influenza bukan selesma (common cold). Pada pasien common cold, jarang terjadi deman dan sakit kepala. Sedangkan pada pasien influenza, sering kali demam tinggi secara tiba-tiba yang biasanya berakhir dalam 3 sampai 4 hari dan sering kali pasien mengalami sakit kepala.

"Kemudian, pada kelompok dewasa dan lansia, influenza dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, perburukan penyakit kronis, bahkan kejadian kardiovaskular akut,” katanya.

2. vaksinasi influenza tahunan merupakan tindakan pencegahan

Petugas menyemprot disinfektan ke gedung asrama SMP Negeri 19 Kota Banda Aceh untuk mencegah penyebaran virus Influenza. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Dia menegaskan, vaksinasi influenza tahunan merupakan tindakan pencegahan utama untuk mengurangi kasus kematian dan rawat inap yang disebabkan virus influenza.

Sisi lain, para ahli kesehatan global, termasuk WHO, tidak lagi mendeteksi sirkulasi virus B/Yamagata sejak tahun 2020, sehingga mendorong penyesuaian komposisi vaksin. Dalam hal ini, influenza quadrivalent (QIV) menjadi vaksin influenza trivalent (TIV).

“Transisi dari vaksin quadrivalent ke trivalent merupakan bentuk penyesuaian ilmiah terhadap perkembangan epidemiologi virus influenza global. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan komposisi vaksin. Hal yang terpenting adalah cakupan vaksinasi terus meningkat,” jelas Iris.

3. Masyarakat anggap influenza bukan penyakit serius

Petugas menyemprot disinfektan ke gedung asrama SMP Negeri 19 Kota Banda Aceh untuk mencegah penyebaran virus Influenza. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Sukamto menyampaikan, peningkatan cakupan vaksinasi influenza perlu didukung oleh pemahaman masyarakat yang lebih baik.

Faktanya, banyak masyarakat yang menunda vaksinasi karena menganggap influenza bukan penyakit serius. Padahal, bagi kelompok berisiko, vaksinasi dapat membantu mencegah komplikasi yang serius.

"Selain rutin dilakukan setiap tahun, vaksin influenza juga sebaiknya dilakukan dua minggu sebelum seseorang bepergian atau traveling ke wilayah yang berisiko seperti negara empat musim. Sebab, aktivitas traveling meningkatkan risiko paparan virus akibat interaksi di area publik," katanya.

Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno menilai, influenza dapat berdampak serius, khususnya pada dewasa dengan penyakit penyerta dan kelompok lansia.

"Vaksinasi adalah langkah perlindungan yang penting untuk mencegah komplikasi serta menekan risiko rawat inap. Kami berkomitmen untuk memberikan edukasi kesehatan yang relevan bagi masyarakat dan menghadirkan vaksin influenza trivalent yang selaras dengan rekomendasi WHO,” ujarnya.

Editorial Team