Petugas menyemprot disinfektan ke gedung asrama SMP Negeri 19 Kota Banda Aceh untuk mencegah penyebaran virus Influenza. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Sukamto menyampaikan, peningkatan cakupan vaksinasi influenza perlu didukung oleh pemahaman masyarakat yang lebih baik.
Faktanya, banyak masyarakat yang menunda vaksinasi karena menganggap influenza bukan penyakit serius. Padahal, bagi kelompok berisiko, vaksinasi dapat membantu mencegah komplikasi yang serius.
"Selain rutin dilakukan setiap tahun, vaksin influenza juga sebaiknya dilakukan dua minggu sebelum seseorang bepergian atau traveling ke wilayah yang berisiko seperti negara empat musim. Sebab, aktivitas traveling meningkatkan risiko paparan virus akibat interaksi di area publik," katanya.
Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno menilai, influenza dapat berdampak serius, khususnya pada dewasa dengan penyakit penyerta dan kelompok lansia.
"Vaksinasi adalah langkah perlindungan yang penting untuk mencegah komplikasi serta menekan risiko rawat inap. Kami berkomitmen untuk memberikan edukasi kesehatan yang relevan bagi masyarakat dan menghadirkan vaksin influenza trivalent yang selaras dengan rekomendasi WHO,” ujarnya.