Comscore Tracker

37 Jiwa Tewas di Lubang Eks Tambang, Begini Tanggapan ESDM Kaltim

Kejadian serupa pernah terjadi pada 22 Agustus 2019

Samarinda, IDN Times - Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur Baihaqi Hazami menyebut pihaknya telah mengerahkan tim untuk investigasi kasus tenggelamnya warga di lubang galian eks tambang. 

“Tim investigasi sudah turun ke lokasi. Mereka yang bakal memeriksa,” kata dia saat dikonfirmasi IDN Times, Sabtu (22/2) petang.

Korban kali ini bernama Bayu Setiawan, pemuda 21 tahun tersebut hendak memancing bersama dua temannya, Muhammad Lutfi (19) dan Febri Sudarnanto (15). 

Sebelumnya, Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang menuturkan, lokasi petaka itu diduga merupakan lubang bekas tambang.

1. Dinas ESDM Kaltim sudah menurunkan tim investigasi di lokasi kejadian

37 Jiwa Tewas di Lubang Eks Tambang, Begini Tanggapan ESDM KaltimLokasi hilangnya Bayu Setiawan, korban ke-37 di lubang yang diduga bekas tambang batu bara di Samarinda (Dok. Jatam Kaltim)

Baihaqi memastikan pemerintah tidak tinggal diam dan melakukan investigasi atas musibah yang menimpa Bayu. Pihaknya juga memastikan, apakah betul lubang tersebut lubang bekas tambang batu bara atau bukan.

“Ya, itu kan versi Jatam Kaltim, gak harus dipegang,” tutur dia.

“Ditunggu saja (laporan resminya), tapi kalau informasi sementara yang kami dapat itu memang kubangan. Ada ikannya, makanya bisa mancing,” kata Baihaqi.

2. Bayu tenggelam saat menyelamatkan diri

37 Jiwa Tewas di Lubang Eks Tambang, Begini Tanggapan ESDM KaltimIlustrasi tambang (Dok.IDN Times/Istimewa)

Lokasi yang disebut sebagai lubang bekas tambang itu diperkirakan punya kedalaman 30-40 meter. Menggunakan perahu kecil, Bayu bersama dua temannya nekat ke tengah lubang eks tambang, namun menjelang sore hari, saat ingin kembali ke daratan, perahu tersangkut. Berenang menjadi pilihan terakhir.

Dari lokasi perahu ke tepian berjarak sekitar 30 meter, namun mendekati jarak 15 meter menuju tepian, Lutfi dan Bayu mendadak lemas. Febri sempat menolong mereka berdua, namun Bayu terlepas dan tenggelam.

Menurut catatan Jatam, Bayu Setiawan adalah korban ke-37 di lubang bekas tambang batu bara di Kaltim.

Baca Juga: Pulihkan Lingkungan, KLHK Intensifkan Reklamasi Lahan Tambang

2. Jatam Kaltim menyebut ada 37 nyawa hilang akibat lubang tambang batu bara

37 Jiwa Tewas di Lubang Eks Tambang, Begini Tanggapan ESDM Kaltim(IDN Times/Yuda Almerio)

Merujuk data Jatam Kaltim sejak 2011, korban meninggal dunia di lubang bekas tambang batu bara terus bertambah. Di Samarinda paling banyak menelan korban, yakni 21 orang. Sementara, di Kutai Kartanegara (Kukar) 13 orang. Sisanya, masing-masing satu orang dari Kutai Barat dan Penajam Paser Utara. 

Dari semua kejadian itu. Korban laki-laki berjumlah 26 orang. Sementara perempuan sembilan orang, dan satu lainnya tak berhasil teridentifikasi.

Sebenarnya pada 22 Agustus 2019, kejadian serupa juga terjadi di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun lokasi petaka digaransi Dinas ESDM Kaltim bukan lubang bekas tambang.

3. Ada 1.735 lubang bekas tambang di Kaltim belum ditutup

37 Jiwa Tewas di Lubang Eks Tambang, Begini Tanggapan ESDM KaltimTim SAR masih mencari Bayu Setiawan yang tenggelam di kubangan yang diduga bekas tambang batu bara di Samarinda (Dok. Jatam Kaltim)

Masih pada data Jatam Kaltim, setidaknya ada 1.735 lubang bekas tambang batu bara belum direklamasi atau ditutup. Ribuan lubang-lubang itu tersebar di berbagai kabupaten atau kota di Kaltim.

Kabupaten Kukar paling banyak lubang bekas tambang. Data Jatam Kaltim menyebut di Kukar terdapat 842 lubang. Lalu, Kota Tepian Samarinda menyusul dengan 349 lubang, di Kabupaten Kutai Timur 223 lubang.

Lubang-lubang tersebut merupakan eks tambang maupun tambang yang saat ini masih berproduksi. 

Baca Juga: Bertambah Lagi, Angka Korban Akibat Bekas Galian Tambang Jadi 37 Orang

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya