Comscore Tracker

Pandemik COVID-19 Sudah 4 Bulan, Tapi Insentif Nakes Kaltim Belum Cair

 Dana insentif April-Mei sudah diajukan ke pusat

Samarinda, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Muhammad Ishak mengatakan, telah mengajukan ke pusat untuk pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani virus corona atau COVID-19. 

"Kami sudah ajukan, tinggal kecepatan di pusat saja, karena transfernya melalui rekening," kata Andi saat dikonfirmasi, Senin (29/6) sore.

Soal insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 kembali mengemuka, setelah Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengungkapkan kejengkelan kepada menterinya yang baru menyerap 1,53 persen dari anggaran Rp75 triliun untuk penanganan COVID-19.

Kendati anggaran yang disediakan jumlahnya sangat besar, namun ternyata hingga saat ini tenaga kesehatan (nakes) belum menikmati insentif yang dijanjikan pemerintah. Termasuk  insentif bagi nakes di Kaltim yang belum juga cair, padahal pandemik virus corona sudah berlangsung 4 bualn. 

Baca Juga: Insentif Tak Kunjung Cair, Nakes di Kabupaten Sleman Ngaku Pasrah

1. Dana insentif April-Mei sudah diajukan ke pusat

Pandemik COVID-19 Sudah 4 Bulan, Tapi Insentif Nakes Kaltim Belum CairPelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes), Andi Muhammad Ishak dalam keterangan persnya pada Selasa (24/3) di Gedung Serba Guna Diskes Kaltim, Jalan Abdul Wahab Sjahranie (IDN Times/Yuda Almerio)

Pemerintah sebelumnya menjanjikan memberikan insentif dan santunan kematian kepada nakes yang menangani COVID-19 terhitung mulai Maret-Mei 2020, dan bisa diperpanjang sesuai ketentuan. Tapi ternyata sampai saat ini dana belum cair. 

"Maret-April sudah kami ajukan ke pusat. Tapi yang berada di bawah naungan kami hanya dua rumah sakit (RSUD AWS di Samarinda dan Balikpapan Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo (RSKD)," terang Andi.

Baca Juga: Kinerja Menteri Biasa Saja saat Krisis,  Jokowi: Bisa Saja Reshuffle

2. Insentif jadi urusan Dinkes kabupaten/kota masing-masing kecuali rumah sakit binaan pemprov

Pandemik COVID-19 Sudah 4 Bulan, Tapi Insentif Nakes Kaltim Belum CairIlustrasi insentif (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebenarnya urusan dana ini tak hanya meliputi honor saja, melainkan juga biaya rumah sakit. Khusus pembiayaan rumah sakit, kata Andi, diserahkan ke masing-masing kabupaten/kota di Kaltim termasuk swasta.

Begitu juga dengan insentif tadi, menjadi tanggung jawab daerah. Sebelum diajukan ke pusat lebih dahulu diperiksa oleh Dinas Kesehatan masing-masing daerah, kecuali RSUD rujukan COVID-19 yang berada di bawah naungan Pemprov Kaltim.

"Jadi ditunggu saja," imbuh Andi.

3. Dinkes Kaltim maklum dengan keterlambatan pusat

Pandemik COVID-19 Sudah 4 Bulan, Tapi Insentif Nakes Kaltim Belum CairIlustrasi COVID-19 (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Jika pembayaran dari pusat memang telat, kata dia, bisa dimengerti sebab tak hanya Kaltim yang mengajukan klaim honor bertugas, tapi juga daerah lain di Indonesia. 

"Kami maklum saja," ujar Andi.

Baca Juga: Jokowi Sesalkan Anggaran Kesehatan Rp75 T Baru Diserap 1,53 Persen

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya