Comscore Tracker

37 Orangutan di Kalimantan Tengah Terkena ISPA akibat Kebakaran Hutan 

Petugas berusaha menjaga orangutan di Kalimantan Timur 

Samarinda, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan membuat banyak warga terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Tidak hanya warga, kabut asap dari pembakaran itu juga membuat penerbangan terganggu. Begitu juga satwa-satwa di wilayah itu, ikut terkena dampaknya.   

Menurut data yang dimiliki The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), saat ini ada 37 orangutan yang terkena ISPA di area konservasi rehabilitasi orangutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dari jumlah itu, 31 ekor masih usia dini dan 6 lainnya sudah dewasa.

"Banyak yang kecil, karena masih lemah," kata Pimpinan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Jamartin Sihite, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Kamis (19/9).

1. Berharap orangutan Kaltim tak terkena ISPA

37 Orangutan di Kalimantan Tengah Terkena ISPA akibat Kebakaran Hutan Dok. BOSF/Andri Kornelius

Hasil analisis, indeks kualitas udara Kalimantan Tengah sempat menyentuh angka 300 mikrogram. Angka tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia begitu juga satwa.

"Bahkan di Palangkaraya sempat menembus angka 1.600. Coba bayangkan angka 300 sudah bahaya, apalagi melebihi itu," tegas Jamartin.

Kondisi ini membuat Jamartin waswas dengan kondisi orangutan di Kalimantan Timur (Kaltim). Pasalnya, jarak Kaltim dengan Kalteng sekitar 960.9 kilometer dengan waktu tempuh 22 jam lebih lewat jalur darat. Walau terpisah ratusan kilometer, tetap saja Jamartin waswas. Sebab, kebakaran hutan dan lahan juga melanda Bumi Mulawarman.

"Kami harap, orangutan di Kaltim tak terkena ISPA juga," ucap dia.

Baca Juga: Akibat Kabut Asap, Belasan Orangutan Menderita ISPA

2. Asap di Kaltim tak mengancam keberadaan orangutan

37 Orangutan di Kalimantan Tengah Terkena ISPA akibat Kebakaran Hutan Dok. BOSF

Itu sebabnya, tindakan preventif dilakukan petugas BOSF dengan cara memperkuat imunitas orangutan. Mulai pemberian multivitamin hingga susu, serta mengatasi berbagai macam penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.

Di pusat rehabilitasi dan reintroduksi orangutan di Samboja Lestari, petugas tiga kali sehari menyiram kandang dan menyemprotkan air ke udara. Tujuannya, agar udara bersih dan suhu tetap sejuk.

"Syukurnya, orangutan di Samboja Lestari belum ada yang terkena ISPA. Setiap hari kami periksa keadaannya. Asap juga masih tipis," ujar Staf Komunikasi BOSF di Samboja Lestari, Isna.

3. Sekolah hutan bagi orangutan dibatasi demi antisipasi asap

37 Orangutan di Kalimantan Tengah Terkena ISPA akibat Kebakaran Hutan Dok. BOSF

Dia menuturkan, saat kabut asap datang, aktivitas luar ruangan dibatasi bagi orangutan muda. Sebab, di Sekolah Hutan ada namanya reintroduksi alias pengenalan kembali. Itu diberikan bagi orangutan yang kehilangan insting bertahan hidup di alam karena dulunya dipelihara manusia.

"Nantinya mereka diajarkan dari memilih makanan hingga membuat sarang," sebutnya.

Sementara untuk pelepasliaran orangutan di Kaltim di Hutan Kehje Sewen, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, BOSF belum memastikan kondisi orangutan yang telah dirilis ke alam liar.

Beberapa titik panas terpantau dekat habitat orangutan. Di Kaltim, sebarannya berada di Berau, Kutim, Kukar, Kubar, dan Mahulu. Namun begitu, belum ada laporan atau temuan orangutan tewas akibat karhutla tahun ini.

Baca Juga: Orangutan di Tapanuli Ditemukan Kurus dan Penuh Luka Sayatan

Topic:

  • Sunariyah

Just For You