Comscore Tracker

Ini Opini Millenial di Kaltim Soal Jokowi yang Kembali Jadi Presiden

Jokowi diminta lebih peka merespons aspirasi publik

Samarinda, IDN Times - Presiden dan Wapres terpilih, Joko "Jokowi" Widodo dan Ma'ruf Amin dilantik pada Minggu (20/10) di gedung MPR. Tentu, harapan besar diletakan di pundak kedua pemimpin ini. 

Di tengah-tengah prosesi pelantikan, evaluasi kinerja Jokowi-JK selama lima tahun memerintah menjadi topik perbincangan yang hangat di semua elemen termasuk millenial. Menurut hasil survei litbang harian Kompas pada April 2019, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Jokowi mencapai 58,8 persen. 

Dalam catatan litbang Kompas, tingkat kepuasan tertinggi terekam pada April 2018 yakni 72,2 persen. Lalu, bagaimana tanggapan millenial di Kalimantan Timur mengenai pasangan presiden dan wakil presiden baru ini? 

1. Jokowi seolah berubah dalam mendengarkan aspirasi publik

Ini Opini Millenial di Kaltim Soal Jokowi yang Kembali Jadi PresidenANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Hansel Jastissio Samosir mengatakan, selama lima tahun memerintah Indonesia di periode pertama pada 2014 lalu, Jokowi adalah presiden pilihan rakyat. Saat itu Jokowi dianggap mewakili rakyat dengan kebijakannya bersama Jusuf "JK" Kalla sebagai wakil presiden. Menurut pemuda asal Kutai Kartanegara ini, pemerintahan Jokowi punya era yang berbeda dari pemimpin sebelumnya.

"Paling tampak adalah membangun infrastruktur di Papua," katanya. 

Walau usianya masih 18 tahun, Hansel menuturkan ada yang berbeda dari Jokowi mendekati akhir kepemimpinannya di periode pertama. Misalnya saja, saat menolak terhadap revisi UU KPK dari mahasiswa dan sejumlah akademisi, memang tak bisa memaksa Jokowi mengeluarkan peraturan presiden pengganti UU. Dia pun memaklumi hal tersebut, sebab Jokowi adalah orang nomor satu di Indonesia dengan segudang otoritas.

"Tapi setidaknya dengarkan warga yang berteriak," katanya lagi. Hansel pun berharap lima tahun berikutnya Jokowi bisa memimpin dengan bijak.

Baca Juga: Jokowi Akan Umumkan Susunan Kabinet Kerja Jilid II Usai Pelantikan

2. Jokowi diprediksi bisa menuntaskan utang pembangunan infrastruktur di periode kedua

Ini Opini Millenial di Kaltim Soal Jokowi yang Kembali Jadi PresidenIDN Times/Arief Rahmat

Senada dengan Hansel, millennial asal Balikpapan bernama Bintang Panusunan Siahaan mengatakan cara Jokowi memimpin Indonesia memang berubah. Seiring berganti tahun masa kepemimpinan, dia tak lagi begitu mempertimbangkan aspirasi masyarakat atau merespons kondisi yang diinginkan oleh publik. 

Namun itu tak menjadi soal, sebab menurutnya pemerintahan Jokowi sejak awal menjabat mencatatkan prestasi dengan sangat baik. Sehingga, banyak yang percaya dan jatuh hati kepada Jokowi. Maka dari itu, ia bisa terpilih untuk kali kedua. 

Tapi, Hansel mengingatkan memasuki periode kedua, ada banyak hal yang harus dibenahi. Terutama mengenai pembangunan ekonomi. 

"Hilirisasi industri asing di Indonesia, dengan demikian lapangan pekerjaan terbuka. Namun harus adil saat mempekerjakan tenaga asing (nonlokal) dan lokal, harus dengan perekrutan yang jelas," tutur pegawai swasta ini.

Ia menambahkan, dalam lima tahun berikutnya setidaknya Jokowi membayar lunas semua utang pembangunan yang belum selesai. Sebab, daerah yang terisolasi di Indonesia ada banyak. Bukan tak mungkin setiap kawasan pedalaman itu memerlukan bantuan infrastruktur.

3. Jokowi juga punya kekurangan dan kelebihan

Ini Opini Millenial di Kaltim Soal Jokowi yang Kembali Jadi PresidenANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pemusik asal Samarinda, Hendy Afriandy menerangkan, bila bicara soal kinerja pemerintah, dia pikir setiap masa dan periode, selalu punya titik kekurangan dan kelebihan masing-masing termasuk era Jokowi saat memerintah Indonesia.

Saat ini, menurutnya, harus melihat dari berbagai sudut. Secara makro dan mikro tentu saja akan berbeda dan bisa saja kontradiksi. "Tapi kalau boleh berpendapat, Jokowi cukup berhasil dari segi infrastruktur, meski secara kekuatan politik sedikit kurang stabil," tutur Hendy. 

Lalu bagaimana pandangan Hendy mengenai pemerintahan Jokowi lima tahun mendatang?

Bicara soal bangsa, kata dia, pasti banyak yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang. Dalam lima tahun mendatang, ia ingin segala sesuatu yang belum tuntas di periode selanjutnya bisa dilanjutkan terutama infrastruktur.

Sebagai warga, ia enggan berpangku tangan. Tentu bila pemimpin salah jalan, sebagai warga negara yang baik harus mengingatkan lewat kritik yang bermartabat.

"Gak ada pemimpin yang sempurna, makanya harus kita kawal bersama," kata pemuda 24 tahun ini.

Kemudian ia juga menambahkan, pemimpin itu harus berdaulat saat menjabat. Berdaulat ialah menjadi figur yang mengedepankan kepentingan rakyat di atas segala-galanya.

"Baik itu ideologi parpol, golongan, atau segala macam kepentingan lain," ujarnya. 

4. Jokowi harus gerak cepat merespons persoalan

Ini Opini Millenial di Kaltim Soal Jokowi yang Kembali Jadi PresidenIDN Times/Arief Rahmat

Penyiar radio lokal, Arya Nugeraha mengaku pemerintahan Jokowi lima tahun sudah baik. Di periode sebelumna, mantan Wali Kota Solo itu banyak melakukan penataan dalam bidang infrastruktur lewat program Nawacita. 

Banyak daerah baru terbuka karena peningkatan pembangunan, misalnya Papua. Daerah itu sebelumnya jauh dari peningkatan infrastruktur.  Namun, di bawah kepemimpinan Jokowi, area tersebut bisa dibuka. 

"Boleh jadi tahap selanjutnya dengan infrastruktur tersebut, sektor lain bisa terbuka seperti kesehatan, pendidikan dan pemerataan ekonomi," tutur dia. 

Namun Arya juga tak menampik, bila masa periode pertama Jokowi membawa harapan baru bagi warga Indonesia lewat gaya kepemimpinannya namun belakangan itu berubah.Jokowi tak lagi gerak cepat menanggapi persoalan, bahkan cenderung lempar bola panas.

Salah satu contohnya, kata dia adalah mengenai revisi UU KPK. Menurut pendapat dia, warga sudah teriak ke jalan, tapi tetap tak didengar.

"Bahkan itu tak melibatkan Jakarta saja tapi nyaris seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Bila demikian ada yang salah kan? Seharusnya pemerintah lebih peka," tuturnya.

5. Jokowi tak boleh lupa dengan warga yang memberikan amanat

Ini Opini Millenial di Kaltim Soal Jokowi yang Kembali Jadi PresidenInstagram/@jokowi

Sementara, dalam pandangan Hizkiadven, kepemimpinan Jokowi membawa banyak perubahan selain infrastruktur. Salah satu program besarnya yakni soal pemindahan ibukota. Wacana untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan sudah lama digaungkan, bahkan oleh presiden di periode sebelumnya. Namun, baru terealisasi di bawah kepemimpinan Jokowi. 

Namun perlu diingat, jangan sampai pemindahan ini hanya isu semata, sebab warga Kaltim juga rindu dengan pemerataan pembangunan. 

"Hilirisasi industri diperlukan di Kaltim untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan ibu kota pindah keran itu akan terbuka," tutur dia. 

Hizki, sapaan karibnya, menambahkan bila memerintah lagi maka Jokowi tak boleh lupa dengan amanat warga yang menaruh harapan kembali kepada dirinya. Lima tahun itu memang singkat, namun pembangunan atau rencana sebelumnya yang sempat tertunda bisa dilanjutkan kembali. Namun dalam prosesnya, masyarakat perlu mengawasi.

"Kritik itu perlu untuk saling mengingatkan dan membangun negara kita menjadi lebih baik," kata dia lagi. 

https://www.youtube.com/embed/fxUV5VWpkBI

Baca Juga: "Bersatu Itu Keren", Jadi Tema Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya