Comscore Tracker

Pengguna Narkoba di Indonesia Setara Penduduk Singapura Jumlahnya

Kerugian akibat narkoba mencapai Rp84,7 triliun

Bangkalan, IDN Times - Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari mengatakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 4 juta orang. Arman menyebut narkoba saat ini, tidak hanya berada di perkotaan tapi juga hingga masuk ke pelosok pedesaan.

Arman mengatakan bahwa 4 juta pengguna narkoba di Indonesia setara dengan jumlah penduduk satu negara tetangga. Hal itu disampaikannya dalam Pelantikan pengukuhan pengurus Fokan (Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba) di Pendopo Agung, Bangkalan, Jumat (21/2).

"Seperti negara Singapura, yang kurang lebih penduduknya 4 juta. Maka pengguna narkoba di negara kita ini sama dengan penduduk negara tetangga kita. Itu perbandingan," kata Arman.

1. Kerugian negara Rp84,7 triliun per tahun

Pengguna Narkoba di Indonesia Setara Penduduk Singapura JumlahnyaDeputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari. IDN Times/zainul arifin

Dari tingginya angka kasus narkoba tersebut, menurutnya, negara mengalami kerugian Rp84,7 triliun. Menurutnya, jumlah itu bisa dihitung dari harga sabu dikalikan jumlah pengguna. Dia membandingkan, harga emas saat ini di kisaran Rp 700 ribu per gram, sedangkan sabu di Jawa timur, di kisaran Rp1,5 juta per gram.

"Kita hitung saja, kita buat saja harga 1 gramnya Rp 1 juta kali 4 juta pengguna, dan itu sudah berapa?. Yang perlu di ketahui, para pengguna itu bukan sehari sekali (mengonsumsi), ada yang dua jam harus dikasih lagi karena drop, ada yang empat jam, ada yang delapan jam. Bukan seperti obat sehari tiga kali setelah makan. Sebab, setiap gejala putus, itu butuh suntikan obat yang luar biasa," ujarnya.

Baca Juga: Cirebon Darurat Narkoba, 39 Tersangka Jaringan Pantura Dibekuk 

2. Narkoba merusak keluarga

Pengguna Narkoba di Indonesia Setara Penduduk Singapura JumlahnyaSejumlah tamu undangan dan pejabat. IDN Times/zainul arifin

Jenderal bintang dua ini menegaskan, penyalahgunaan sangat rentan sekali menjadi pemicu utama kejahatan. "Kalau di satu rumah yang rumah tangganya ada jadi pengguna narkoba, di keluarga itu tidak akan pernah tenang."

Ketika anak menggunakan narkoba, kata Arman, mereka akan memakai uang yang seharusnya untuk biaya sekolah dan uang jajan untuk membeli narkoba.

"Semuanya digunakan untuk membeli narkoba. Kalau tidak ada itu (uang), maka mereka pasti akan mulai mencuri, melakukan pemerasan kecil di sekolah dan barangkali juga keluarga sering kehilangan uang di rumah," paparnya.

Sedangkan bagi orangtua yang sedang menggunakan narkoba, paling sering menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

3. Bandar narkoba tidak takut hukuman

Pengguna Narkoba di Indonesia Setara Penduduk Singapura JumlahnyaSuasana pengukuhan Fokan Jatim. IDN Times/zainul arifin

Arman pun mengatakan sindikat narkoba sebenarnya sudah tahu bahwa hukuman bagi pengedar dan pengguna narkoba di Indonesia sangatlah berat, bahkan bisa berupa hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.

"Mereka tetap beraksi dan tidak takut. Yang mereka takutkan itu pangsa pasarnya hilang," ujar dia.

Dia berharap, dengan adanya Fokan (Forum Organisasi Kemasyarakatan antinarkoba), untuk hadir di tengah-tengah masyarakat. Kalau ada pecandu yang datang, harus segera di tangani.

"Fokan adalah mitra dari instansi id wilayah setempat. Harus berada di tengah masyarakat temukan cari mereka yang sudah terpapar narkoba, selamatkan. Kalau itu Tidak bisa, cari mereka sebanyak banyaknya ajak mereka supaya mereka-mereka menjadi bagian dari Fokan agen untuk melakukan pencegahan narkoba," tandasnya.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Baca Juga: Sebulan, Polres Tulungagung Ungkap 37 Kasus Narkoba, 40 Orang Dibekuk

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya