Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Zulhas: Pasokan Pangan di Aceh Aman
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di kantor Kemenko Bidang Pangan. (IDN Times/Santi Dewi)

Intinya sih...

  • Lonjakan inflasi terjadi di kabupaten dan kota yang terdampak bencana

  • Gubernur Aceh perpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026

  • Korban meninggal dunia akibat banjir di Sumatra sudah mencapai 1.182 jiwa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan pasokan pangan di Aceh lengkap dan aman usai dihantam banjir serta tanah longsor pada 25 November 2025. Pernyataan itu disampaikan usai berkunjung ke Aceh. Salah satu tempat yang ia kunjungi pasar tradisional di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Saya baru pulang dari Aceh, usai berkunjung selama dua hari. Pasokan (pangan) aman di Aceh. Bahkan, saya masuk ke pasar di (Aceh) Tamiang, pasarnya sudah ramai," ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu ketika merespons pertanyaan IDN Times di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).

"Jadi, (stok) pangan lengkap," ujarnya.

Sebelumnya, tiga provinsi di Sumatra yang terkena banjir dan tanah longsor tercatat mengalami inflasi. Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara masuk dalam 10 provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi pada Desember 2025.

Data itu dipaparkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang diberi tugas untuk mengendalikan tingkat inflasi di daerah setiap minggu. Berdasarkan data yang diperoleh Kementerian Dalam Negeri dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi di Aceh pada Desember mencapai 6,71 persen year on year (yoy).

"Ini data real, Aceh ada di peringkat 1 (tingkat inflasi) 6,71 persen. Artinya, harga-harga barang dan jasa di Aceh mahal, terjadi kenaikan. Begitu juga dengan Sumatra Barat mengalami kenaikan," ujar Tito ketika mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga soal pemulihan bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026).

1. Lonjakan inflasi terjadi di kabupaten dan kota yang terdampak bencana

Tingkat inflasi di setiap provinsi pada Desember 2025. (Tangkapan layar YouTube DPR)

Bila dirinci ke bawah, ada empat kabupaten yang berada di lokasi bencana banjir dan tanah longsor yang mengalami lonjakan tingkat inflasi. Keempat kabupaten tersebut, yakni Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Pasaman Barat, dan Deli Serdang.

Untuk kota-kota di seluruh Indonesia yang mengalami lonjakan inflasi, mayoritas didominasi kota-kota yang berada di wilayah bencana, mulai dari Gunungsitoli, Banda Aceh, Sibolga, Lhokseumawe, Padang Sidempuan, Bukit Tinggi, Padang dan Medan. Tito menyoroti inflasi di Kota Gunungsitoli yang menembus angka 10,84 persen yoy pada Desember 2025.

"Oleh sebab itu, kami memohon dukungan satgas dari DPR, terutama kepada Komisi IV DPR," katanya.

Ia kemudian mengusulkan dua hal perlu dilakukan di wilayah-wilayah terdampak bencana yang mengalami lonjakan inflasi. Pertama, meningkatkan pasokan untuk telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng.

"Beras mungkin stoknya cukup tapi distribusi ke daerah-daerah yang sulit itu jadi masalah," tutur dia.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, dan Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto agar menggenjot pasokan komoditas tersebut.

2. Gubernur Aceh perpanjang status tanggap darurat hingga 22 Januari 2026

Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) ketika menunjukkan status tanggap darurat di tiap kabupaten atau kota di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, kembali memperpanjang masa tanggap darurat, usai dihantam banjir bandang dan tanah longsor. Perpanjangan kali ini hingga 14 hari ke depan.

"Jadi, terhitung 8 hingga 22 Januari 2026. Ini dikarenakan masih ada empat kabupaten atau kota dari total 18 kabupaten atau kota terdampak di Provinsi Aceh yang masih memperpanjang status tanggap daruratnya, sehingga langkah itu diikuti oleh kebijakan Pemprov," ujar Kepala Pusat, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, ketika memberikan keterangan pers secara daring, di Graha BNPB, Jumat (9/1/2025).

Lantaran masih memperpanjang status tanggap darurat, tim satgas gabungan masih melakukan pencarian korban. Sementara di Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat, sudah bergeser dari tanggap darurat menjadi transisi tanggap darurat. Namun, tim satgas gabungan tidak lagi proaktif melakukan pencarian korban.

"Pencarian korban sudah dihentikan. Tetapi, tim SAR masih terus stand by. Artinya, bila ada informasi dari masyarakat mengenai lokasi dan posisi yang diidentifikasi posisi korban, maka tim SAR akan melakukan pencarian di titik tersebut," tutur dia.

3. Korban meninggal dunia akibat banjir di Sumatra sudah mencapai 1.182 jiwa

Potret udara Huntara Danantara di Aceh Tamiang. (Dok: Setkab)

Adapun jumlah korban meninggal dunia terus bertambah menjadi 1.182 jiwa. Dalam dua hari terakhir, terdapat empat penemuan jenazah di beberapa titik berbeda.

"Penambahan korban meninggal dunia terdapat empat jiwa dalam dua hari terakhir, yaitu dari Aceh Utara satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa. Sehingga ini menambah total korban meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa," kata Muhari, Jumat (9/1/2026).

Di sisi lain, perbaikan jalan dan jembatan juga menjadi salah satu prioritas lantaran akses jalur darat harus secepatnya dipulihkan untuk mempermudah distribusi logistik. Saat ini di lokasi bencana di tiga provinsi sudah ada 1.780 unit alat berat.

Kemudian, jalur darat dari Gayo Luwes menuju ke Takengon, kini sudah bisa dilewati secara terbatas oleh kendaraan roda empat. Pemulihan di jalur darat lainnya terus dilakukan.

"Sementara untuk titik longsor di Blangkejeren-Kutacane sudah terbuka untuk akses kendaraan roda empat," tutur dia.

BNPB juga menyebut pihaknya bakal memasang 270 jembatan bailey di tiga provinsi. Sejauh ini baru terpasang 20 unit jembatan. Sedangkan yang sedang dipasang ada 10 unit.

"Jembatan ini tidak hanya menghubungkan jalan nasional tetapi nanti juga akan masuk ke jalan-jalan kabupaten, kemcatan hingga desa. Sehingga, hampir semua jembatan yang terputus akan dikoneksikan dengan jembatan bailey," tuturnya.

Editorial Team