Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras tindakan Israel yang mencegat armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza dan menahan lebih dari 100 aktivis internasional, termasuk 16 warga Malaysia yang ikut dalam misi tersebut.
Anwar menyebut tindakan Israel sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional. Ia juga menilai pencegatan terhadap flotila kemanusiaan menunjukkan upaya Israel untuk menutup akses bantuan bagi warga Palestina di Gaza.
Dalam pernyataannya, Anwar menegaskan Malaysia menuntut keselamatan seluruh aktivis yang ditahan dan meminta mereka segera dibebaskan. Pemerintah Malaysia juga menyatakan akan terus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Rezim biadab Zionis Israel telah bertindak memintas flotila kemanusiaan Gaza dan telah pun menahan lebih 100 orang aktivis termasuk 16 aktivis dari Malaysia yang terlibat dalam misi aman membela kemanusiaan sejagat,” kata Anwar Ibrahim dalam unggahan Instagram, Senin (18/5/2026).
Pencegatan armada bantuan Gaza tersebut memicu perhatian internasional karena melibatkan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang berupaya menyalurkan bantuan untuk warga Palestina di tengah blokade dan konflik berkepanjangan.
