Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
17 Polisi Tewas dalam Serangan Militan di Sekolah Militer Nigeria
ilustrasi garis polisi (pixabay.com/ValynPi14)
  • Sebanyak 17 polisi Nigeria tewas saat kelompok bersenjata menyerang Sekolah Pasukan Khusus Angkatan Darat di Buni Yadi, Yobe, ketika mereka menjalani pelatihan keamanan.
  • Pimpinan kepolisian menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban serta anggota yang selamat untuk melanjutkan pelatihan demi menghormati rekan yang gugur.
  • Serangan ini terkait konflik berkepanjangan dengan faksi ISWAP, pecahan Boko Haram, yang juga menyerang markas militer lain di Yobe hingga menewaskan puluhan militan dan dua tentara Nigeria.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Nigeria mengonfirmasi bahwa 17 anggotanya tewas akibat serangan kelompok bersenjata di Sekolah Pasukan Khusus Angkatan Darat di Buni Yadi, Negara Bagian Yobe. Peristiwa tersebut terjadi ketika para korban sedang menjalani pelatihan operasional keamanan.

Insiden ini menunjukkan kerentanan fasilitas pelatihan negara di tengah konflik bersenjata yang telah mendera wilayah timur laut Nigeria selama lebih dari 18 tahun. Hingga saat ini, pasukan keamanan setempat masih bersiaga dan memperketat pengamanan untuk mengantisipasi adanya serangan susulan.

1. Kelompok bersenjata menyerbu kompleks sekolah dari berbagai arah

Juru bicara Kepolisian Nigeria, Anthony Okon Placid, menjelaskan bahwa serangan di fasilitas militer tersebut dimulai sekitar pukul 01.15 waktu setempat. Kelompok bersenjata menyerbu kompleks sekolah dari berbagai arah, yang kemudian memicu kontak senjata dengan petugas keamanan yang berjaga.

"Anggota polisi yang sedang mengikuti pelatihan khusus tewas saat kelompok militan menyerang dari berbagai arah," kata Placid, dilansir The Sun.

Akibat baku tembak tersebut, beberapa anggota Angkatan Darat Nigeria juga dilaporkan tewas saat berusaha menahan serangan, meski jumlah pastinya belum diumumkan secara resmi. Pasukan gabungan Operasi Hadin Kai pada akhirnya berhasil mengamankan area setelah menghalau kelompok penyerang tersebut.

2. Pimpinan kepolisian sampaikan belasungkawa

Menyikapi peristiwa ini, Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kepolisian Nigeria, Tunji Disu, menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban.

"Anggota yang tewas adalah polisi berdedikasi yang menunjukkan komitmen pada keamanan negara dengan mengikuti pelatihan anti-terorisme ini," ujar Tunji Disu.

Sebagai bentuk dukungan, Komisaris Polisi Negara Bagian Yobe, Usman Kanfani Jibrin, datang mengunjungi sekolah tersebut untuk bertemu dengan Komandan Sekolah, Brigadir Jenderal A.C. Enuagu, serta para petugas yang selamat dari serangan.

"Kami mengapresiasi para anggota yang selamat dan mendorong mereka untuk menyelesaikan pelatihan demi menghormati rekan yang telah meninggal," sebut perwakilan kepolisian dalam pernyataan resminya, dilansir The Star.

3. Latar belakang konflik dan rentetan serangan ISWAP

Serangan bersenjata di kawasan timur laut Nigeria memiliki akar konflik dari kelompok Boko Haram yang muncul pada tahun 2009. Kelompok ini kemudian terpecah dan membentuk faksi Islamic State West Africa Province (ISWAP), yang kerap menjadikan markas militer sebagai target utama mereka.

Pada hari yang sama dengan insiden di sekolah militer, pasukan Operasi Hadin Kai juga menghadapi serangan dari kelompok ISWAP di Markas Brigade 27, kawasan Buni Gari, Yobe.

Dalam pertempuran terpisah ini, pihak militer meluncurkan serangan udara untuk menargetkan jalur pelarian kelompok bersenjata. Setidaknya 50 anggota militan dan dua tentara Nigeria tewas dalam operasi tersebut, serta sejumlah senjata dan amunisi berhasil disita oleh aparat keamanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team