Jakarta, IDN Times - Pasukan yang saling bersaing di ibu kota Libya, Tripoli, terlibat pertempuran sejak Kamis (21/7/2022) malam, hingga menewaskan 13 orang. Konflik ini melibatkan dua kelompok yang memiliki pengaruh besar di Tripoli, yaitu pasukan Al-Radaa dan Brigade Revolusioner Tripoli.
Kedua kelompok bersenjata itu merupakan pendukung setia Pemerintah Persatuan Nasional, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah. Sebelumnya kedua kelompok itu juga terlibat bentrokan pada 10 Juni, menyebabkan satu pejuang tewas.
Pertempuran itu adalah konflik terbaru di Libya yang mengalami perang saudara selama hampir satu dekade. Libya telah mengalami kebuntuan politik karena pemerintahannya terpecah menjadi dua, yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berbasis di Tripoli dan satunya lagi berada di bagian timur negara itu, di Tobruk.
