Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau kasus pembajakan kapal MT Honour 25 yang terjadi di perairan sekitar Hafun, Somalia, pada 22 April lalu. Dalam insiden tersebut, terdapat empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang berada di atas kapal.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah menyampaikan pihaknya melalui KBRI Nairobi telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Somalia guna menindaklanjuti kasus tersebut.
Selain empat WNI, kapal tersebut juga diawaki oleh 10 ABK asal Pakistan serta masing-masing satu ABK dari India dan Myanmar. Situasi ini membuat upaya penanganan harus melibatkan berbagai pihak lintas negara.
Meski demikian, kabar terbaru menunjukkan kondisi para ABK WNI dalam keadaan baik. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan para awak kapal menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan yang dilakukan.
